Abstrak


ANALISIS PROSES KOMUNIKASI KRISIS DAN STRATEGI PEMULIHAN CITRA PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL DALAM MENANGANI KEBAKARAN KILANG UNIT DUMAI


Oleh :
Arga Muhamad Lathif - D0221011 - Fak. ISIP

Penelitian ini menganalisis proses pengelolaan komunikasi krisis dan bentuk strategi pemulihan citra PT Kilang Pertamina Internasional dalam menangani kebakaran Kilang Unit Dumai pada 1 Oktober 2025 ketika perusahaan menghadapi tekanan sosial masyarakat Ring 1 di tengah sorotan media. Peristiwa tersebut diposisikan sebagai krisis komunikasi dengan tekanan sosial dan ancaman terhadap citra perusahaan karena penanganan operasional berlangsung bersamaan dengan ketidakpastian informasi, kepanikan warga, kebutuhan penjelasan yang mendesak, aksi protes, dan peningkatan perhatian media. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur secara daring dengan empat informan internal dan tiga informan warga Ring 1 serta studi dokumen berupa siaran pers, laporan media monitoring, pemberitaan, dan dokumen pendukung. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi berlangsung melalui defining the problem, planning and programming, taking action and communicating, dan evaluating the program, tetapi dalam praktiknya antartahap dapat saling tumpang tindih. Dalam perspektif Image Repair Theory, orientasi corrective action paling kuat terindikasi ketika evaluasi dan investigasi dihubungkan informan dengan mitigasi, Learning From Event, langkah perbaikan, dan pencegahan pengulangan, meskipun implementasinya tidak dapat diverifikasi secara menyeluruh. Mortification teridentifikasi melalui permintaan maaf dan pengakuan dampak, sedangkan reducing offensiveness muncul secara terbatas melalui kemungkinan minimization dan compensation, denial dan evasion of responsibility tidak ditemukan dalam data. Hasil jangka pendek diindikasikan oleh terselenggaranya koordinasi, komunikasi media dan warga, serta lebih rendahnya proporsi pemberitaan negatif pada November dibanding Oktober berdasarkan media monitoring perusahaan. Indikator tersebut tidak membuktikan pemulihan citra, kepercayaan, dan rasa aman secara menyeluruh karena data media tidak diaudit secara independen, informan warga terbatas, dan sebagian informan masih menyampaikan kekhawatiran. Penelitian menyimpulkan bahwa respons komunikasi bertumpu pada koordinasi, validasi informasi, penggunaan kanal media dan komunitas, serta kesesuaian antara pesan dengan tindakan, sedangkan outcome relasional dan psikososial memerlukan evaluasi jangka panjang.