Abstrak


Manajemen Pemeliharaan dan Analisis Usaha Peternakan Ayam Petelur Fase Produksi di Marso Farm, Desa Karang, Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Novia Dwi Ambarwati - V2323035 - Sekolah Vokasi

Meningkatnya konsumsi telur ayam ras di Indonesia menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam petelur memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Marso Farm merupakan salah satu peternakan ayam petelur yang menerapkan sistem budidaya secara komersial dengan manajemen pemeliharaan, kesehatan ternak, pencatatan (recording), dan pemasaran yang terstruktur. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pemeliharaan ayam petelur fase produksi, menganalisis biaya usaha, serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang diterapkan di Marso Farm. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa Marso Farm memelihara ayam petelur strain Lohmann Brown fase produksi umur 26 hingga 29 minggu pada kandang open house dengan sistem kandang baterai tipe V. Nilai Temperature Humidity Index (THI) berkisar antara 67,9–76,9 yang termasuk kategori aman hingga bahaya. Program pencahayaan diterapkan selama 16 jam per hari dengan intensitas cahaya sebesar 19,6 lux. Pakan campuran konsentrat Comfeed K.L.K Super 36 produksi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, jagung, dan bekatul. Performa produksi menunjukkan feed intake sebesar 129 g/ekor/hari, Hen Day Production (HDP) sebesar 92,76%, Feed Egg Ratio (FER) sebesar 2,1, dan mortalitas sebesar 0,06%. Manajemen kesehatan dilakukan melalui sanitasi, isolasi, serta program vaksinasi terhadap Newcastle Disease (ND), Gumboro (IBD), Avian Influenza (AI), Infectious Bronchitis (IB), Pemasaran telur dilakukan kepada pengepul, konsumen langsung, toko, Amanah Roti, dan delapan titik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Analisis usaha menunjukkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,2, Break Even Point (BEP) unit sebanyak 4.219 kg, BEP harga sebesar Rp19.005/kg, dan Payback Period (PBP) selama 6,63 tahun yang menujukkan usaha ini layak dijalankan.