Abstrak


Budidaya dan Analisis Usahatani Jamur Kuping (Aricularia sp.) di Desa Guna, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.


Oleh :
Shava Devraya Putri - V4123107 - Sekolah Vokasi

Konsumsi jamur oleh masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 0,18 kg per kapita per tahun, sehingga peluang pengembangan usaha jamur kuping (Auricularia sp.) masih terbuka luas mengingat komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi, kandungan nutrisi yang baik, serta cara budidaya yang mudah dengan modal relatif kecil. Iklim tropis Indonesia yang stabil turut mendukung keberhasilan budidayanya sepanjang tahun. Tujuan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui dan mempraktikkan tahapan budidaya jamur kuping secara baik dan benar, serta melakukan analisis usahatani guna mengetahui kelayakan usaha yang dijalankan. Tugas Akhir dilaksanakan di salah satu kumbung Desa Gunan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada tanggal 6 April–8 Juni 2026, di lokasi dengan ketinggian 470 mdpl, suhu 22°C–32°C, dan kelembapan 80%–90%. Metode yang digunakan berupa praktik langsung pada seluruh tahapan budidaya, mulai dari persiapan media, pembuatan baglog, sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, pemeliharaan dan pengendalian hama, pemanenan, hingga pascapanen, serta wawancara dan analisis usahatani. Baglog dibuat dari campuran serbuk gergaji, bekatul, dan dolomit yang disterilisasi menggunakan steamer selama 8 jam pada suhu 100°C. Pertumbuhan miselium berlangsung selama 35 hari, dilanjutkan dengan pelubangan baglog, dan panen dilakukan pada hari ke-30 setelah pelubangan. Hama yang paling sering ditemukan adalah ulat merah dan tungau, yang dikendalikan melalui penyemprotan insektisida secara rutin. Hasil panen dikeringkan, disortir, dan dikemas menjadi jamur kuping kering dengan harga jual Rp80.000,00 per kilogram. Dari 10.000 baglog diperoleh hasil panen sebanyak 140 kg jamur kuping kering pada setiap kali panen, dengan enam kali panen dalam satu periode produksi. Analisis usahatani menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp80.400.600,00 dan total penerimaan sebesar Rp67.200.000,00, sehingga diperoleh nilai R/C ratio sebesar 0,835 dan B/C ratio sebesar -0,164. Nilai BEP harga sebesar Rp95.715,00 per kilogram dan BEP produksi sebesar 1.005 kg, dengan Payback Period selama 7 bulan. Meskipun nilai R/C ratio dan B/C ratio pada periode penelitian belum menunjukkan keuntungan, usahatani jamur kuping berpotensi memberikan keuntungan mengingat baglog masih dapat menghasilkan panen hingga enam kali, sehingga usaha ini tetap layak untuk dijalankan dan dikembangkan lebih lanjut.