Abstrak


Pengaruh Aplikasi Biochar, Dry Sludge, dan Mikoriza dalam Biopori Terhadap Bakteri Fungsional N, P, K, dan Kualitas Tanah pada Lahan Kelapa Sawit di Ultisols


Oleh :
Mochamad Henry Narpati - H0222076 - Fak. Pertanian

Perkebunan kelapa sawit monokultur pada tanah Ultisol memiliki permasalahan berupa rendahnya kualitas biologis tanah, terutama pada populasi mikroba fungsional tanah disebabkan oleh rendahnya kandungan bahan organik, tingginya pencucian unsur hara, serta kondisi tanah Ultisol yang bersifat masam dan memiliki kapasitas tukar kation rendah. Upaya peningkatan kualitas biologis tanah dapat dilakukan melalui aplikasi bahan pembenah tanah seperti biochar cangkang kelapa sawit, dry sludge limbah pabrik kelapa sawit, dan pupuk mikoriza dengan metode biopori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar, dry sludge, dan mikoriza dalam biopori terhadap peningkatan populasi BPN, BPF, dan BPK, mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap peningkatan bakteri fungsional serta peningkatan kualitas tanah pada lahan kelapa sawit Ultisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Oktober 2025 di perkebunan kelapa sawit PT Bumitama Gunajaya Agro Regional Pundu, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan 9 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol tanpa biopori, kontrol dengan biopori, biochar, dry sludge, mikoriza, serta kombinasi ketiga bahan pembenah tanah. Parameter yang diamati meliputi pH, C-organik, N-total, P-total, K-total, populasi total bakteri, populasi BPN, BPF, BPK, kepadatan spora mikoriza, suhu tanah, kadar lengas tanah, serta indeks kualitas tanah. Hasil penelitian menunjukan pemberian berbagai jenis pembenah tanah berbasis limbah kelapa sawit melalui biopori berpengaruh secara signifikan terhadap populasi bakteri total, BPN, dan BPK. Faktor yang paling berpengaruh terhadap populasi total bakteri, BPN, BPF, dan BPK pada bahan pembenah tanah yaitu pH, C/N rasio, serta kadar lengas tanah. Hasil nilai Soil Quality Index (SQI) terendah 0,417 dan tertinggi 0,530 atau kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini yaitu aplikasi biochar, dry sludge, dan mikoriza melalui biopori mampu meningkatkan populasi bakteri fungsional tanah dan kualitas tanah pada lahan kelapa sawit Ultisol. Penggunaan kombinasi ketiga bahan pembenah tanah direkomendasikan sebagai pengelolaan tanah berkelanjutan dalam budidaya kelapa sawit