Abstrak
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Aksesi Bangkalan, Jawa Timur dengan Pemberian Kombinasi Berbagai Jenis dan Dosis Pupuk Organik
Oleh :
Yasinta Anggraini - H0722180 - Fak. Pertanian
Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk.)merupakan tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dengan iklim tropis. Tanaman kelor dikenal memiliki kandungan yang bermanfaat sebagai antioksidan, antikanker, antidiabetes, dan manfaat lainnya. Tanaman kelor mengandung antioksidan tinggi seperti vitamin C hingga flavonoid. Tingkat ekspor tanaman kelor di Indonesia menurut BPS pada tahun 2024 mencapai 4.350 ton dengan nilai ekspor sebesar 13,75 juta dollar AS. Permintaan global yang tinggi pada produk kelor, menjadi potensi dan peluang dalam pertumbuhan industri kelor di Indonesia. Bangkalan, Jawa Timur merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi dalam pengembangan tanaman kelor. Praktik budidaya tanaman kelor yang kurang optimal dan kurangnya perhatian menjadi permasalahan produksi tanaman kelor yangberpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman kelor. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan unsur hara tanaman dengan pengaplikasian pupuk organik. Penentuan dosis pupuk yang tepat dilakukan sebagai salah satu cara peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kelor. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Laboratorium Fakultas Pertanian UNS, Jumantono, Kec. Karanganyar, dari bulan September hingga Desember 2025. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang terdiri dari 10 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji lanjut pada taraf kepercayaan 95%, serta uji korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik tinggi tanaman kelor adalah pupuk kandang ayam dosis10 ton/ha, perlakuan terbaik diameter batang kelor adalah pupuk kandang sapi dosis 15 ton/ha. Perlakuan terbaik pada pertumbuhan jumlah daun, bobot brangkasan segar dan kering daun yaitu pupuk kompos dosis 15 ton/ha. Perlakuan pupuk kandang ayam dosis 5 ton/ha menujukkan kadar klorofil a, b, total terbaik. Perlakuan terbaik kandungan vitamin C daun kelor adalah pupuk kandang sapi 15 ton/ha.