Abstrak


ANALISIS LITERASI SAINS SISWA TUNARUNGU MELALUI MULTIMEDIA CANVA INTERAKTIF PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT TERINTEGRASI GREEN CHEMISTRY


Oleh :
Febrina Aditya Zahliyanti - K3322040 - Fak. KIP

Literasi sains merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan oleh seluruh siswa termasuk siswa tunarungu. Namun, keterbatasan fungsi pendengaran pada siswa tunarungu menyebabkan adanya hambatan dalam menerima informasi secara verbal sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang menekankan aspek visual dan interaktif. Keterbatasan tersebut juga menjadi tantangan bagi siswa tunarungu dalam memahami konsep sains, terutama pada materi kimia yang bersifat abstrak. Berbagai penelitian telah menggunakan multimedia interaktif sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran siswa tunarungu, tetapi kajian yang secara khusus menganalisis analisis literasi sains siswa tunarungu melalui multimedia canva interaktif yang terintegrasi green chemistry masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi sains siswa tunarungu pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui implementasi multimedia canva interaktif yang terintegrasi green chemistry di SLB YRTRW Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek siswa kelas XI SLB YRTRW Surakarta. Sejumlah data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, jurnal reflektif, catatan peneliti, dan tes uraian literasi sains. Validitas data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis literasi sains siswa berada pada kategori cukup hingga sangat baik, dengan dua siswa berada pada kategori cukup (50%), satu siswa berada pada kategori baik (25%), dan satu siswa berada pada kategori sangat baik (25%). Pada sebagian besar siswa, kemampuan menyusun dan mengevaluasi desain-desain untuk penyelidikan ilmiah serta menginterpretasikan data dan bukti secara kritis yang disajikan secara konkret dan visual tampak lebih menonjol. Sementara itu, kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah serta meneliti, mengevaluasi, dan menggunakan informasi ilmiah untuk pengambilan keputusan dan tindakan masih menunjukkan tingkat penguasaan yang berbeda antar siswa. Sebagian siswa masih memerlukan penguatan dalam menjelaskan hubungan sebab-akibat dan memberikan alasan atas keputusan yang dipilih. Kemampuan tersebut muncul dalam pembelajaran yang didukung oleh penggunaan multimedia canva interaktif dengan integrasi green chemistry yang telah memberikan pengalaman belajar yang membantu siswa memahami konsep sains secara visual, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, meskipun literasi sains siswa secara menyeluruh masih memerlukan penguatan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pembelajaran kimia yang lebih aksesibel dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa tunarungu untuk mengembangkan setiap kompetensi literasi sains.