Abstrak


Pemetaan Wilayah Perceraian Berdasarkan Karakteristik Penyebab Perceraian di Provinsi Jawa Barat Menggunakan K-Means


Oleh :
Sang Akar Jagad - V8022120 - Sekolah Vokasi

Perceraian merupakan permasalahan sosial yang serius di Indonesia. Meskipun sempat menurun, angka perceraian kembali melonjak pada tahun 2025 hingga mencapai 438.168 kasus secara nasional, dengan Provinsi Jawa Barat sebagai penyumbang tertinggi sebesar 98.903 kasus. Tingginya angka tersebut tidak bersumber dari satu faktor tunggal, melainkan dipengaruhi oleh sembilan faktor penyebab, yaitu kriminalitas, meninggalkan salah satu pihak, poligami, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), cacat badan, perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, kawin paksa, murtad, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perceraian serta memetakan sebarannya di Provinsi Jawa Barat menggunakan metode K-Means Clustering guna mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kemiripan karakteristik penyebab perceraian. Hasil analisis menghasilkan enam klaster wilayah dengan karakteristik yang berbeda-beda, yaitu krisis sosial dan konflik rumah tangga mutlak, ketahanan keluarga stabil, konflik rumah tangga murni, tekanan ganda ekonomi dan konflik rumah tangga, tekanan ekonomi tinggi, dan tekanan ekonomi menengah. Sehingga masing-masing daerah mendapatkan penanganan yang sesuai dengan karakteristiknya.