Abstrak
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI BERDASARKAN ASAS STRICT LIABILITY PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA YANG BERBASIS KEADILAN EKOLOGIS
Oleh :
Rinta Natasya Putri - E0019368 - Fak. Hukum
Rinta
Natasya Putri. E0019368. PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI BERDASARKAN ASAS STRICT
LIABILITY PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA YANG BERBASIS KEADILAN
EKOLOGIS. Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini membahas perubahan aturan asas strict
liability dalam hukum pidana lingkungan setelah Undang-undang Nomor 6 Tahun
2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2
Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang disahkan. Tujuannya untuk
melihat dampak perubahan itu terhadap penegakan hukum dan keadilan lingkungan
dalam kehidupan sehari-hari.Metode yang dipakai penulis dalam penelitian ini
adalah penelitian hukum normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan
yang ada, konsep hukum, membandingkan sistem hukum di Inggris, India, dan
Belanda, serta menganalisis putusan kasus terdahulu. Penulis menganalisis
penelitian ini dengan menggunakan teori pertanggungjawaban pidana korporasi, strict
liability, keadilan ekologis, dan politik hukum. Hasilnya menunjukkan ada pergeseran yang jelas.
Setelah Undang-undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi
Undang-Undang disahkan, fokusnya lebih ke mempermudah investasi dan pemakaian
sanksi administratif. Hal ini mengakibatkan strict liability menjadi
kurang efektif. Penegakan hukum menjadi tidak konsisten, kurangnya perlindungan
masyarakat, dan lingkungan yang melemah. Oleh karena itu, penelitian ini
mengusulkan pertanggungjawaban korporasi perlu untuk dibenahi. Korporasi harus
dipandang sebagai subjek hukum pidana yang langsung bertanggung jawab atas
pencemaran dan kerusakan lingkungan. Rinta
Natasya Putri. E0019368. CORPORATE CRIMINAL LIABILITY UNDER THE PRINCIPLE OF
STRICT LIABILITY FOLLOWING THE JOB CREATION LAW BASED ON ECOLOGICAL JUSTICE.
Penulisan Hukum (Skripsi). Legal Writing (Thesis). Fakultas Hukum Universitas
Sebelas Maret.This research looks at how the strict liability rule
in Indonesian environmental criminal law has changed after the Job Creation Law
was passed. The main goal is to see what impact this change has on actual law
enforcement in the field.The study uses normative legal research with examined
laws and regulations, legal concepts, compared how the United Kingdom, India,
and the Netherlands handle corporate liability, and looked at real cases. The
analysis is based on theories of corporate criminal liability, strict liability,
ecological justice, and legal politics.The findings show a clear shift after the Job Creation
Law is being penalized, the focus moved more toward making investment easier
and using administrative sanctions. As a result, strict liability is now less
effective. Law enforcement becomes inconsistent, and both communities and the
environment get weaker protection.Because of this, the study argues we need to rebuild
the corporate liability model. Corporations should be treated as direct legal
subjects responsible for pollution and environmental damage. This new model
should be based on strict liability, but also combine four principles: the
polluter pays principle, the precautionary principle, ecological
sustainability, and intergenerational justice
Keywords:
Corporate Criminal Liability, Strict liability,
Environmental Crime, Job Creation Law, Ecological Justice.