;

Abstrak


KSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPENUMBERED HEAD TOGETHER DAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAPKEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGIPADA POKOK BAHASAN POLA BILANGAN DITINJAU DARITINGKAT ADVERSITY QUOTIENTS


Oleh :
Intan Nurditasari - S852102003 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komparatif efektivitas modelpembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS)dalam meningkatkan Higher-Order Thinking Skills (HOTS) siswa, menilai pengaruh tipeAdversity Quotient (AQ) (Climbers, Campers, dan Quitters), serta mengevaluasi interaksiantara model pembelajaran dan AQ terhadap HOTS. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen faktorial 3×2 dengan teknik stratified cluster random sampling pada siswa kelasVIII SMP. Data dikumpulkan melalui tes HOTS dan angket AQ, kemudian dianalisis secarakritis menggunakan ANAVA dua jalan untuk menilai pengaruh utama dan pengaruh interaksiantarvariabel. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa secara umum tidak terdapatperbedaan efektivitas yang signifikan antara model NHT dan TSTS terhadap HOTS. Namundemikian, ditemukan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan tipe AQ siswa.Evaluasi lebih lanjut menunjukkan bahwa model NHT lebih efektif bagi siswa dengan tingkatketahanan tinggi (Climbers dan Campers), sedangkan model TSTS memberikan hasil yanglebih optimal bagi siswa dengan tingkat ketahanan rendah (Quitters). Temuan ini menegaskanbahwa efektivitas strategi pembelajaran kooperatif terhadap HOTS dipengaruhi oleh profilketahanan psikologis siswa. Penelitian ini menawarkan pendekatan evaluatif yang integratifdengan mengaitkan model pembelajaran kooperatif dan tingkat ketahanan psikologis siswa(AQ), sehingga memberikan perspektif baru dalam penentuan strategi pembelajaran yangterdiferensiasi berdasarkan karakteristik peserta didik. Penelitian ini memberikan implikasipraktis bagi guru dan pengembang kurikulum dalam mengevaluasi dan memilih modelpembelajaran yang sesuai dengan karakteristik psikologis siswa untuk mengoptimalkanHOTS. Selain itu, hasil penelitian ini juga bermakna bagi konselor sekolah dalam merancangprogram intervensi yang berfokus pada peningkatan ketahanan belajar siswa.