Abstrak


EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS X DI SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA


Oleh :
Ratu Khairunisa - K3122069 - Fak. KIP

Rendahnya keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta ditunjukkan oleh adanya beberapa siswa yang pasif saat diskusi, kurang berani menyampaikan pendapat, serta mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok teknik assertive training untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan non-equivalent control group design. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta yang berjumlah 16 siswa, terdiri atas 8 siswa kelompok eksperimen dan 8 siswa kelompok kontrol, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala psikologis keterampilan komunikasi interpersonal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan gain score dan uji Mann-Whitney. Hasil analisis gain score, diperoleh rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen sebesar 45,13 meningkat menjadi 61,50 pada post-test, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 47,87 menjadi 54,38. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,015 (< 0,05), yang berarti Ha diterima, sehingga bimbingan kelompok teknik assertive training efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X di SMK Bhinneka Karya Surakarta. Implikasi hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik assertive training dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan untuk membantu meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Saran bagi guru Bimbingan dan Konseling yaitu dapat menerapkan layanan tersebut dengan mengacu pada buku panduan yang telah disusun. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dengan subjek, desain, atau strategi pendukung yang berbeda.