Abstrak
Analisis Tingkat Kematangan Smart City di Kota Madiun
Oleh :
Roisa Nur Hanifah - D0122116 - Fak. ISIP
ABSTRAK Pengukuran kematangan Smart City perlu dilakukan untuk mengetahui posisi dan tingkat keberlanjutan program Smart City di Kota Madiun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi aktual tingkat kematangan Smart City, menggambarkan penerapan Sustainability Maturity Model (SMM), serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan kapabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi dokumen dari 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan instrumen yang telah divalidasi menggunakan Formula Aiken’s V. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deksriptif yang berfokus pada 7 domain melalui perhitungan Sub-domain Maturity Index (IMSD), Domain Compliance Index (ICD), dan Index of City Global (ICG). Hasil menunjukkan tingkat kematangan Smart City Kota Madiun berada pada Level II (Managed) dengan nilai ICG sebesar 31,27%, yang berarti penerapan Smart City mulai dikelola secara lebih terarah dan efisien. Kota Madiun mulai memanfaatkan data dari domain untuk mendukung proses pengambilan keputusan serta mendorong pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi. Namun dalam tahap ini, penerapan Smart City di Kota Madiun belum terintegrasi. Hasil ICD menunjukkan Smart Branding memiliki capaian tertinggi sebesar 58% dengan Level III (Defined), menunjukkan pengembangan citra dan promosi kota yang terstruktur. Smart People (38%), Smart Governance (40%), dan Smart Mobility (43%) berada pada Level II (Managed), sedangkan Smart Economy (28%), Smart Living (22%), dan Smart Environment (12%) berada pada Level I (Initial), menunjukkan belum optimalnya pengembangan aspek ekonomi, kualitas hidup, dan lingkungan. Rendahnya capaian juga dipengaruhi oleh belum terintegrasinya tata kelola data digital, keterbatasan data, dan lemahnya koordinasi antar-OPD. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pada data governance, integrasi sistem, koordinasi lintas sektor, dan pemerataan pengembangan Smart City.