Abstrak


EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN STRENGTH BASED COUNSELING UNTUK MENGATASI RENDAHNYA ACADEMIC HARDINESS PADA PESERTA DIDIK KELAS XI BUSANA SMK N 1 KARANGANYAR


Oleh :
Atha Aurellia Paruti Wardannu - K3122010 - Fak. KIP

Rendahnya academic hardiness pada peserta didik kelas XI SMK N 1 Karanganyar ditunjukkan dengan adanya permasalahan beberapa peserta didik seperti keinginan untuk berpindah jurusan, tidak masuk sekolah, tidak mengumpulkan penugasan oleh guru, serta mengajukan permohonan untuk berpindah sekolah. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling kelompok pendekatan strength based counseling untuk mengatasi academic hardiness rendah pada peserta didik kelas XI jurusan busana SMK N 1 Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan non-equivalent pretest-posttest control group design. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI pada jurusan busana SMK N 1 Karanganyar yang berjumlah 14 peserta didik, terdiri atas 7 peserta didik kelompok eksperimen dan 7 peserta didik kelompok kontrol, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala academic hardiness yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan gain score dan uji Mann-Whitney. Hasil analisis gain score, diperoleh rata-rata skor pretest kelompok eksperimen sebesar 113 meningkat menjadi 119, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 115 menjadi 120. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,037 (<0,05), yang berarti Ha diterima, sehingga konseling kelompok dengan pendekatan strength based counseling efektif untuk meningkatkan academic hardiness rendah pada peserta didik jurusan busana kelas XI SMK N 1 Karanganyar. Implikasi hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan strength based counseling dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan untuk membantu mengatasi academic hardiness rendah peserta didik di sekolah. Saran bagi guru Bimbingan dan Konseling yaitu dapat mengembangkan pelaksanaan layanan konseling kelompok maupun individual sesuai dengan kebutuhan peserta didik, peneliti selanjutnya dapat memberikan variasi dalam penggunaan self-help, penggunaan instrumen penelitian yang sesuai kaidah, serta pemberian jeda waktu yang ideal untuk setiap pertemuan.