Abstrak


REPRESENTASI GENDER DALAM SERIAL ANAK NUSSA & RARA DI YOUTUBE: ANALISIS ISI KUANTITATIF


Oleh :
Herditya Sinta Roenda - D0222047 - Fak. ISIP

Perkembangan media digital menjadikan YouTube sebagai salah satu media yang banyak dikonsumsi anak-anak dan berperan dalam membentuk pemahaman mengenai nilai-nilai sosial, termasuk gender. Salah satu tayangan anak yang populer di Indonesia adalah serial animasi Nussa & Rara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi gender yang ditampilkan dalam serial Nussa & Rara, kecenderungan representasi gender pada tokoh laki-laki dan perempuan, serta perbedaan representasi gender berdasarkan jenis kelamin karakter. Penelitian ini menggunakan perspektif konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta konsep representasi Stuart Hall sebagai landasan teoritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi terhadap 50 episode serial Nussa & Rara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan indikator maskulinitas dan femininitas yang mengacu pada Janet Saltzman Chafetz serta diuji menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-Square. Sebelum dilakukan analisis data dilakukan uji reliabilitas menggunakan Krippendorff’s Alpha. Hasilnya menunjukkan rata-rata 0,67 ≤ α < 0,80, nilai tersebut menunjukkan bahwa data dapat diterima atau dapat dilakukan analisi lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter laki-laki lebih dominan menampilkan indikator maskulinitas, seperti intelektual, publik, dan problem solver, sedangkan karakter perempuan lebih dominan menampilkan indikator femininitas, seperti ekspresif, peduli, dan lover/caregiver. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam representasi gender antara tokoh laki-laki dan perempuan. Meskipun demikian, ditemukan pula karakteristik lintas gender pada beberapa tokoh yang menunjukkan adanya representasi gender yang lebih fleksibel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa serial Nussa & Rara masih menunjukkan kecenderungan representasi gender tradisional, namun juga menghadirkan karakteristik gender yang lebih progresif melalui representasi lintas gender. Serial Nussa & Rara menunjukkan bahwa media mereproduksi peran gender dominan dalam masyarakat sekaligus menegosiasikannya, yaitu melalui representasi maskulinitas dan femininitas pada karakter-karakter utama dalam serial maupun karakter-karakter pendukung, secara berulang-ulang.