;

Abstrak


PENGARUH INTEGRASI UNPLUGGED CODING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SD


Oleh :
Heri Wibowo - S032508068 - Fak. KIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar pada pembelajaran matematika. Integrasi unplugged coding dengan Model Pembelajaran Berbasis (PjBL) dipandang sebagai alternatif pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas berpikir algoritmik, pemecahan masalah, dan penyelesaian proyek secara kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penerapan integrasi unplugged coding dengan model PjBL pada mata pelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VI SD di Dabin 3 Kecamatan Ceper; dan (2) mengukur seberapa besar peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VI SD se-Dabin III Ceper setelah diterapkan integrasi unplugged coding dengan model PjBL pada mata pelajaran matematika dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling dari 10 kelas VI SD di Dabin 3 Kecamatan Ceper. Sampel terdiri atas 59 peserta didik, yaitu 28 peserta didik pada kelompok eksperimen dari SDN 1 Kujon dan SDN Tegalrejo memperoleh pembelajaran integrasi unplugged coding dan PjBL, serta 31 peserta didik pada kelompok kontrol dari SDN 1 Jambukidul dan SDN 3 Kujon memperoleh pembelajaran ekspositori. Data dikumpulkan menggunakan tes esai yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, uji-t, dan analisis Normalized Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi unplugged coding dengan model PjBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung = 8,1666 lebih besar daripada ttabel = 2,0025 pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor kelompok eksperimen meningkat dari 50,36 menjadi 71,07 dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,4432 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 51,05 menjadi 61,45 dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,2167 (kategori rendah). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa integrasi unplugged coding dengan model pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran matematika di sekolah dasar.