Abstrak
Upaya Diplomasi Koersif China kepada Taiwan sebagai Respons atas Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan Tahun 2022 - 2023
Oleh :
Edo Artima Kasla - D0420025 - Fak. ISIP
Konflik China-Taiwan merupakan konflik
yang memiliki sejarah panjang dan pada tahun 2022 lalu mengalami ketegangan
yang cukup tinggi akibat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Nancy
Pelosi, mendatangi Taiwan. Kedatangan tersebut menjadi kunjungan pejabat
tertinggi Amerika Serikat ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir. Akibat hal ini, China
melakukan latihan militer intensif di Selat Taiwan sebagai respons atas ketidaksukaan
negara tersebut terhadap aksi Amerika Serikat melalui Nancy Pelosi setelah peringatan
China terhadap Amerika Serikat untuk membatalkan kunjungan tersebut. Hal
ini dianggap oleh China sebagai aksi Amerika Serikat yang semakin gencar
untuk berusaha memerdekakan Taiwan dan bertentangan dengan prinsip One-China
Principle milik China dan One-China Policy milik Amerika
Serikat yang keduanya menganggap bahwa Taiwan bukanlah negara merdeka tetapi
bagian dari China. Penelitian ini meneliti bagaimana proses strategi China
melakukan latihan militer intensif tersebut sebagai respons atas kunjungan
Pelosi melalui teori diplomasi koersif milik Peter Viggo Jakobsen menggunakan
metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui
studi kepustakaan dan dianalisis melalui teknik analisis yang dikemukakan oleh
Milles dan Huberman. Dalam penelitian ini, dapat dilihat bahwa Amerika Serikat
menganggap kunjungan Nancy Pelosi sebagai kunjungan kenegaraan biasa, tetapi China
tidak memandang serupa hal tersebut. China yang melakukan latihan
militer intensif dapat dipahami sebagai langkah China untuk memberikan koersi
kepada Taiwan karena telah menerima kunjungan Nancy Pelosi dan bentuk ekspresi
bahwa mereka memiliki kemampuan untuk melakukan invasi ke Taiwan apabila
diperlukan. Meskipun demikian, diplomasi koersif yang dilakukan tersebut dapat
dianggap tidak terpenuhi meskipun keempat proses-proses ideal dalam kerangka
diplomasi koersif yang dipaparkan Jakobsen telah ada, hal tersebut karena
pemenuhan terhadap proses-proses yang ada belum maksimal.