Abstrak
Peran Sutradara pada Proses Produksi Film Dokumenter “Turonggo Seto: Gegayuhan Prajurit Boyolali”
Oleh :
Vadilla Al-fath Pertiwi - V1123139 - Sekolah Vokasi
Film dokumenter “Turonggo Seto: Gegayuhan Prajurit Boyolali” menggali permasalahan mengenai tantangan generasi muda di Dukuh Salam, Desa Samiran, Selo, Boyolali dalam mempertahankan dan melestarikan salah satu warisan budaya tertua di Boyolali yaitu tari kesenian Turonggo Seto. Tugas akhir ini bertujuan untuk memproduksi sebuah film dokumenter yang mengangkat harapan dan usaha para anggota Komunitas Turonggo Seto menumbuhkan minat generasi muda di tengah arus modernisasi terhadap kesenian tari tradisional Turonggo Seto.Melalui pendekatan yang bersifat faktual, film dokumenter “Turonggo Seto: Gegayuhan Prajurit Boyolali” diangkat dengan gaya ekspositori dan gabungan gaya observasional, dan performatif . Proses produksi film dokumenter ini melalui tiga tahapan utama, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam perannya sebagai sutradara, penulis berperan aktif dalam setiap tahapannya untuk memastikan konsistensi arah visual agar visi cerita yang diangkat dapat tersampaikan dengan baik. Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dari pembuatan film ini adalah adanya upaya generasi muda yang dibantu oleh para tetua di Desa Samiran, Dukuh Salam, Desa Samiran, Selo, Boyolali untuk memupuk dan mengenalkan kesenian tari tradisional Turonggo Seto kepada generasi penerus melalui keterlibatan langsung dalam pembelajaran latihan, pementasan, dan proses regenerasi penari.