Abstrak
Analisis Tipe Perilaku Konsumen Dalam Konsumsi Minuman Kopi Keliling di Kota Surakarta
Oleh :
Raisa Farahfahlevi - H0822121 - Fak. Pertanian
Kopi seringkali menjadi bagian penting dalam aktivitas konsumsi harian, terutama di lingkungan perkantoran, kampus, serta kawasan publik yang ramai dan dinamis. Kebutuhan akan kepraktisan dan jangkauan yang luas untuk mencapai konsumen menjadi inspirasi yang mendasari inovasi kopi keliling. Kopi keliling atau mobile coffee adalah inovasi bisnis yang menawarkan fleksibilitas lokasi dan interaksi langsung antara konsumen dan mitra pedagang. Fenomena kopi keliling berkembang pesat namun belum terdapat penelitian yang secara spesifik mengkaji tipe perilaku konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan (consumer involvement) dan persepsi perbedaan antar merek pada konteks minuman kopi keliling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterlibatan konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian, menganalisis perbedaan antar merek minuman kopi keliling, serta menganalisis tipe perilaku konsumen kopi keliling di Kota Surakarta. Metode dasar penelitian adalah menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian yang digunakan adalah Kota Surakarta. Responden yang digunakan sebanyak 96 responden berdasarkan rumus Lemeshow dan teknik pengumpulan sampel menggunakan accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah (1) Desain Inventaris Keterlibatan oleh Zaichkowsky; (2) Uji ANOVA One Way; dan (3) Analisis Tipe Perilaku Konsumen oleh Henry Assael. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlibatan konsumen dalam konsumsi minuman kopi keliling di Kota Surakarta tergolong tinggi, yaitu sebesar 33,44. Beda antar merek minuman kopi keliling di Kota Surakarta tergolong tidak nyata atau non-significant yang artinya konsumen tidak melihat adanya perbedaan antar merek minuman kopi keliling. Tipe perilaku konsumen minuman kopi keliling di Kota Surakarta adalah tipe perilaku pembelian pengurangan disonansi (dissonance reducing buying behavior) yang artinya kondisi ketika konsumen terlibat cukup tinggi dalam keputusan pembelian, tetapi merasakan adanya perbedaan antar merek yang tidak terlalu terlihat pada minuman kopi keliling. Produsen disarankan untuk memberikan informasi yang jelas mengenai kualitas biji kopi, bahan baku, hingga tingkat kebersihan dan memperluas pangsa pasar melalui penambahan jumlah rider dan perluasan wilayah pemasaran.