Abstrak


Kajian Indeks Kesehatan Fisika Tanah Pada Toposekuen Gunung Merapi Berbasis Sistem Informasi Geografis


Oleh :
Faris Nailan Falah - H0222041 - Fak. Pertanian

Kesehatan fisika tanah merupakan komponen penting dalam menjaga fungsi ekologis dan produktivitas lahan, terutama di wilayah pegunungan yang rentan terhadap degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji indeks kesehatan fisika tanah dan menentukan faktor-faktor penentunya di wilayah toposekuen lereng timur Gunung Merapi Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali sebagai dasar pengelolaan lahan yang tepat. Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif eksploratif melalui survei lapangan, analisis lapangan dan laboratorium terhadap 42 sampel tanah yang diambil secara purposive pada 14 SPL (Satuan Peta Lahan). Parameter analisis yang digunakan meliputi parameter fisika yaitu kadar lengas, bobot volume, bobot jenis, tekstur, struktur, porositas, warna tanah, kedalaman efektif, kemantapan agregat, permeabilitas, dan parameter kimia yaitu C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan fisika tanah berada pada kelas rendah di seluruh kelas kemiringan lereng. Indikator yang menjadi faktor penentu di wilayah penelitian adalah kadar lengas, bobot jenis, porositas, kemantapan agregat, dan warna tanah. Sumber keragaman yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai IKFT yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, dan curah hujan. Rekomendasi pengelolaan lahan yang dapat diberikan yaitu penerapan pengolahan tanah minimum pada lahan tegalan, sedangkan pada lahan kebun dengan mempertahankan tutupan tajuk, pengaplikasian legum sebagai tanaman penutup tanah, integrasi sistem agroforestri, dan seresah alami