Abstrak
Determinan Kecurangan Laporan Keuangan Berdasarkan Teori Hexagon pada Perusahaan Sektor Keuangan
Oleh :
Riska Agustin Tama - S432408005 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan
eksternal, kesulitan keuangan, pengawasan tidak efektif, pergantian auditor,
pergantian direksi, frekuensi total foto CEO, dan koneksi politik terhadap
kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2021 - 2024. Penelitian ini didasarkan pada Teori
Agensi dan Teori Fraud Hexagon yang menjelaskan bahwa kondisi keuangan dan
karakteristik perusahaan dapat memengaruhi terjadinya kecurangan laporan
keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder
yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan sektor
keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 361 observasi firm-year yang
berasal dari 91 perusahaan selama periode 2021–2024. Kecurangan laporan
keuangan dihitung menggunakan variabel dummy, sedangkan analisis data dilakukan
dengan regresi logistik. Untuk menguji ketahanan hasil penelitian, dilakukan
uji robustness dengan menggunakan kesulitan keuangan sebagai proksi alternatif
dari tekanan (pressure). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan eksternal
berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan, kesulitan keuangan
berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan, serta pengawasan
tidak efektif, pergantian direksi, frekuensi total foto CEO, dan koneksi
politik tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil
penelitian ini mengindikasikan bahwa tekanan eksternal yang tinggi dapat
mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan melalui
pengawasan yang lebih ketat dari pihak eksternal, sedangkan meningkatnya
kesulitan keuangan dapat meningkatkan tekanan bagi manajemen sehingga
berpotensi mendorong terjadinya kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai
faktor-faktor yang memengaruhi kecurangan laporan keuangan berdasarkan teori
fraud hexagon serta menjadi bahan pertimbangan bagi regulator, investor, dan
pihak manajemen dalam meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan dan sistem
pengendalian internal guna meminimalkan risiko kecurangan laporan keuangan.