Abstrak


Habituasi Literasi Digital Mahasiswa Generasi Z dalam Praktik Mengajar sebagai Calon Guru


Oleh :
Fatikha Indy Septyani - K8422033 - Fak. KIP

Fatikha Indy Septyani. K8422033. Pembimbing I: Dr. Siany Indria Liestyasari, S.Ant., M.Hum. HABITUASI LITERASI DIGITAL MAHASISWA GENERASI Z DALAM PRAKTIK MENGAJAR SEBAGAI CALON GURU. Tugas Akhir, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses habituasi literasi digital mahasiswa Generasi Z sebagai calon guru, dan (2) menjelaskan implikasi habituasi literasi digital pada kesiapan mahasiswa Generasi Z menjadi guru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini meliputi peristiwa pelaksanaan praktik mengajar mahasiswa calon guru, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, informan yang terdiri atas mahasiswa Pendidikan Biologi dan Pendidikan Sosiologi Antropologi, serta guru pamong yang membimbing mereka selama Program Pengenalan Lapangan Persekolahan di SMA Negeri 1 Karanganyar, dan dokumen yang berupa modul ajar, media ajar, dokumentasi kegiatan pembelajaran, serta artikel ilmiah dan buku yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi partisipan pasif, dan analisis dokumen. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi metode dan sumber data. Analisis data dengan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, habituasi literasi digital mahasiswa terbentuk melalui pengalaman penggunaan teknologi yang berlangsung secara berulang di berbagai arena sosial, seperti keluarga, sekolah, perkuliahan, dan pelaksanaan PLP. Perbedaan modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik yang dimiliki mahasiswa memengaruhi akses, pengalaman, dan intensitas penggunaan teknologi digital, sehingga proses habituasi literasi digital pada setiap mahasiswa berlangsung secara berbeda. Kedua, habituasi literasi digital berimplikasi pada kesiapan mahasiswa Generasi Z menjadi guru. Habituasi membentuk kemampuan mahasiswa dalam memilih sumber belajar yang kredibel, mengambil keputusan pedagogis, mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan adaptif, membangun kolaborasi profesional, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital mahasiswa merupakan hasil interaksi antara habitus, modal, dan arena yang mendukung kesiapan mahasiswa sebagai calon guru di era digital. Meskipun demikian, pengembangan literasi digital tetap perlu dilakukan agar mahasiswa calon guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pembelajaran di masa mendatang.