Abstrak


Representasi Objektifikasi Perempuan dalam Film The Substance Karya Coralie Fargeat


Oleh :
Anindya Sekar Kinasih - D0222013 - Fak. ISIP

Objektifikasi perempuan merupakan fenomena sosial yang telah lama mengakar dalam masyarakat, yang kerap memberikan standar tertentu terhadap perempuan. Film The Substance karya Coralie Fargeat hadir sebagai karya yang secara eksplisit mengangkat isu tersebut melalui narasi yang disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana representasi objektifikasi perempuan ditampilkan dalam film The Substance, dengan menempatkan posisi subjek dan objek dalam teks film serta posisi penonton sebagai pembaca teks tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menginterpretasikan representasi objektifikasi perempuan dalam film The Substance secara mendalam melalui pemaparan deskriptif berupa kalimat dan uraian. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Sara Mills, untuk mengungkapkan posisi subjek dan objek dalam teks serta posisi penonton (dalam konteks film) yang ditempatkan pada sudut pandang tertentu. Data primer penelitian ini adalah film The Substance, dengan data sekunder berupa buku, jurnal akademis, dan artikel terkait. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria yang sesuai dengan fokus penelitian, yaitu adegan-adegan yang merepresentasikan objektifikasi perempuan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: kondensasi data (pemfokusan adegan berdasarkan kategori objektifikasi), penyajian data (pengorganisasian dalam bentuk matriks), dan penarikan kesimpulan (penafsiran makna melalui pola pada adegan, karakter, dan dialog).Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan objektifikasi perempuan secara eksplisit melalui posisi tokoh perempuan sebagai objek yang selalu dinilai dan sebagai karakter yang mengikuti standar yang berlaku. Posisi subjek didominasi oleh karakter laki-laki yang mengontrol sebuah standar, sementara tokoh perempuan secara bertahap mengadopsi standar tersebut sebagai bagian dari cara pandangnya terhadap diri sendiri, sehingga penonton diarahkan untuk turut mengamini logika objektifikasi yang dibangun film.