Abstrak
Pengaruh Microbial Fuel Cell (MFC) Berbasis Biochar Kayu, Bonggol Jagung, dan Eceng Gondok dengan Kombinasi Kompos terhadap Emisi N₂O dan Redoks Tanah
Oleh :
Galih Uswatun Hasanah - H0222053 - Fak. Pertanian
Emisi
gas dinitrogen oksida (N₂O) dari lahan sawah dan rendahnya potensial redoks
tanah merupakan permasalahan lingkungan yang perlu diatasi melalui teknologi
ramah lingkungan, salah satunya Microbial Fuel Cell (MFC) berbasis
biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi MFC biochar
limbah kayu, bonggol jagung, dan eceng gondok yang dikombinasikan dengan kompos
terhadap emisi N₂O dan potensial redoks tanah sawah. Penelitian dilaksanakan pada
Mei-November 2025 di Rumah Kaca Laboratorium Pertanian Jumantono, Karanganyar,
menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor, yaitu
jenis MFC biochar (M0:tanpa MFC, M1:MFC biochar kayu, M2:MFC biochar bonggol
jagung, M3:MFC biochar eceng gondok) dan pemberian kompos (K0:tanpa kompos dan
K1:dengan kompos), yang diulang empat kali. Data dianalisis menggunakan uji
ANOVA, DMRT taraf 5%, uji korelasi Pearson, dan regresi linear.
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, aplikasi Microbial Fuel Cell (MFC)
berbahan limbah kayu, bonggol jagung, dan eceng gondok yang dikombinasikan dengan
kompos pada tanah sawah menunjukkan bahwa penggunaan MFC secara umum belum
mampu menekan emisi N₂O secara konsisten sepanjang periode pengamatan. Meskipun
demikian, aplikasi MFC berbahan biochar kayu (M1) mampu menurunkan emisi N₂O
secara nyata pada fase pertumbuhan aktif tanaman (35 HST), serta MFC berbahan
biochar kayu (M1) dan bonggol jagung (M2) mampu meningkatkan potensial redoks
tanah dibandingkan kontrol pada periode tertentu (42 dan 63 HST), sehingga
efektivitasnya perlu dikaji lebih lanjut agar dapat memberikan pengaruh yang
konsisten sepanjang musim tanam.