Abstrak


Studi Komparasi Pengaruh Model Read-Answer-Discuss-Explain-Create (RADEC) Berbasis Local Eco-Culture Dan Problem Based Learning (PBL) Terhadap Sikap Peduli Lingkungan Ditinjau Dari Literasi Sains Siswa SMP


Oleh :
Puspita Dwi Nur Anggraeny Azahra - K4522079 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan pengaruh antara penggunaan model RADEC berbasis local eco-culture dan model PBL terhadap sikap peduli lingkungan siswa, (2) menganalisis perbedaan sikap peduli lingkungan berdasarkan tingkat literasi sains siswa, (3) menganalisis interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan literasi sains terhadap sikap peduli lingkungan siswa. Rendahnya sikap peduli lingkungan siswa dan dominasi pendekatan tekstual dalam pembelajaran IPA yang belum optimal mengaitkan materi dengan permasalahan lingkungan sekitar menjadi latar belakang penelitian. Quasi eksperiment pola faktorial 2x3 dengan desain nonequivalent control group diterapkan pada dua kelas VII MTs Negeri 5 Sragen: kelas VII-H (31 siswa) dengan model RADEC berbasis local eco-culture dan kelas VII-C (31 siswa) dengan model PBL. Tes literasi sains, angket sikap peduli lingkungan, dan lembar kerja siswa digunakan sebagai instrumen pengumpulan data, dengan validitas dan reliabilitas yang telah teruji layak. Data kemampuan awal kedua kelas normal, homogen, dan tidak berbeda signifikan sebelum perlakuan diberikan. Uji hipotesis penelitian menerapkan uji ANOVA dua jalan dengan sel tidak sama; hasil uji prasyarat memperlihatkan satu dari enam kelompok data tidak berdistribusi normal dan varians antarkelompok tidak homogen, sehingga analisis tambahan robust standard errors (HC3) dilakukan sebagai pembanding dan menunjukkan hasil yang konsisten. Hipotesis pertama tidak terbukti signifikan sehingga tidak adanya perbedaan pengaruh antara penggunaan model RADEC berbasis local eco-culture dan model PBL terhadap sikap peduli lingkungan siswa, meski skor sikap kelas RADEC cenderung sedikit lebih tinggi dibanding kelas PBL. Hipotesis kedua terbukti signifikan, menegaskan literasi sains sebagai faktor paling berpengaruh terhadap sikap peduli lingkungan siswa. Interaksi model pembelajaran dan literasi sains pada hipotesis ketiga tidak terbukti signifikan, dengan arti lain bahwa tidak adanya interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan literasi sains terhadap sikap peduli lingkungan siswa.