Abstrak


Representasi Modalitas Gaya Belajar Dalam Bahan Ajar Seni Tari Kelas I SD Negeri Kutuwetan Ponorogo


Oleh :
Zahrotunnisa' - K7122345 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi modalitas gaya belajar dalam bahan ajar seni tari kelas I SD Negeri Kutuwetan Ponorogo, dan mendeskripsikan implikasi representasi modalitas gaya belajar tersebut terhadap potensi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis konten (content analysis), berlandaskan teori Universal Design for Learning (UDL) dari Rose & Meyer yang mencakup tiga prinsip, yaitu Multiple Means of Representation, Multiple Means of Action and Expression, dan Multiple Means of Engagement. Sumber data utama berupa modul ajar dan Lembar Kerja Siswa (LKS) seni tari kelas I, didukung data dari guru, siswa, dan dokumen sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan pemeriksaan dokumen (document analysis) dengan instrumen lembar pedoman berbasis indikator UDL. Uji validitas data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama guru kelas, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Krippendorff yang meliputi tahap unitizing, sampling, recording/coding, reducing, inferring, dan narrating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar seni tari kelas I telah merepresentasikan ketiga prinsip UDL. Modalitas visual direpresentasikan melalui gambar, ilustrasi, dan media visual; modalitas auditori melalui penjelasan lisan, pertanyaan pemantik, diskusi, dan musik; sedangkan modalitas kinestetik menjadi yang paling dominan melalui praktik gerak tari, demonstrasi, eksplorasi gerak, dan permainan. Simpulan penelitian ini adalah bahan ajar yang dianalisis telah mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik kelas I, khususnya melalui representasi visual, auditori, dan kinestetik yang sesuai dengan tahap perkembangan literasi mereka, sehingga mendukung pembelajaran seni tari yang lebih inklusif, fleksibel, dan berpusat pada siswa.. Saran bagi guru dan pengembang bahan ajar adalah agar prinsip UDL terus diintegrasikan secara konsisten dalam penyusunan modul dan LKS, sedangkan bagi peneliti selanjutnya disarankan mengkaji implementasi bahan ajar berbasis UDL secara langsung di kelas.