Abstrak
Penguatan Civic Responsibility melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Paskibra (Studi pada Anggota Pleton Khusus Mandala Yudha SMA Negeri 1 Tawangsari)
Oleh :
Naufal Rico Mahendra - K6422068 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan
untuk (1) mendeskripsikan upaya ekstrakurikuler Pleton Khusus Mandala Yudha
dalam menguatkan civic responsibility anggota dan (2) menganalisis perwujudan
civic responsibility yang ditunjukkan anggota. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri atas pembina, pengurus,
anggota, dan dokumen organisasi. Informan dipilih melalui teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Keabsahan
data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data meliputi
pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) penguatan civic responsibility dilakukan melalui
pemberian tugas dan pelibatan anggota dalam kegiatan organisasi. Penguatan
disampaikan secara hangat dengan menciptakan suasana pembinaan yang nyaman.
Penguatan juga diberikan secara bermakna melalui penjelasan tujuan tugas dan
dampaknya bagi kegiatan. Pembina dan pengurus menghindari respons negatif
dengan menyampaikan teguran secara komunikatif dan mendidik. Hambatan yang
ditemukan meliputi izin orang tua, jadwal latihan yang berbenturan dengan
kegiatan akademik dan organisasi lain, jarak hubungan antara anggota pasukan
lomba dan non-pasukan lomba, serta keterlibatan pembina yang belum optimal; (2)
perwujudan civic responsibility tampak dari pemahaman anggota mengenai tanggung
jawab serta pelaksanaan tanggung jawab sosial, hukum, dan moral. Tanggung jawab
sosial anggota terlihat melalui partisipasi dalam kegiatan organisasi dan
kepedulian terhadap sesama. Tanggung jawab hukum ditunjukkan melalui pemahaman
anggota terhadap aturan, pelaksanaan hak dan kewajiban, serta penyampaian
masukan terhadap aturan yang memberatkan. Tanggung jawab moral anggota tampak
dari upaya menjaga kepercayaan, mengutamakan kepentingan bersama, menghargai
perbedaan, dan memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan. Namun,
perwujudannya belum konsisten karena masih ditemukan keterlambatan,
ketidakhadiran tanpa keterangan, dan anggota yang kurang berani dalam
menyampaikan pendapat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pleton Khusus Mandala
Yudha menjadi ruang pembelajaran kewarganegaraan yang aplikatif, tetapi masih
memerlukan pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.