Abstrak


PERAN EDITOR DALAM PEMBUATAN FILM DOKUMENTER“MENEMBUS BAYANG STIGMA: TAK SEBATAS SENTUHAN”


Oleh :
Dwi Lintang Ambardini - V1123043 - Sekolah Vokasi

Stigma dan kesalahpahaman mengenai proses penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi permasalahan yang berkembang di masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai cara penularan HIV menyebabkan munculnya berbagai miskonsepsi yang berdampak pada diskriminasi dan pengucilan terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV). Melalui film dokumenter berjudul Menembus Bayang Stigma: Tak Sebatas Sentuhan, penulis berupaya mengangkat realitas kehidupan Orang Dengan HIV (ODHIV) serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai fakta proses penularan HIV. Film dokumenter ini bertujuan untuk meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat, meningkatkan pemahaman mengenai HIV, serta mendorong tumbuhnya sikap yang lebih inklusif terhadap ODHIV.Proses produksi film dokumenter diawali dengan tahap pra produksi melalui riset literatur, observasi lapangan, penyusunan konsep cerita, serta wawancara mendalam dengan narasumber yang terdiri atas pendamping ODHIV dari Yayasan Lentera Surakarta, tenaga kesehatan, dan Orang Dengan HIV (ODHIV). Tahap produksi dilaksanakan melalui pengambilan gambar berdasarkan konsep visual yang telah dirancang, sedangkan tahap pascaproduksi difokuskan pada proses penyuntingan sebagai tahapan utama dalam membangun alur cerita. Sebagai editor, penulis bertanggung jawab melakukan logging footage, seleksi gambar, penyusunan rough cut dan fine cut, sinkronisasi audio, penyusunan ritme cerita, color correction dan color grading, penambahan motion graphics, teks, ilustrasi pendukung, serta proses sound editing, sound mixing, dan finalisasi menggunakan Adobe Premiere Pro. Seluruh proses penyuntingan dilakukan untuk menghasilkan alur cerita yang runtut, informatif, emosional, dan tetap berlandaskan pada fakta. Menembus Bayang Stigma: Tak Sebatas Sentuhan, film dokumenter yang menggabungkan narasi, visual dokumenter, dan testimoni langsung dari narasumber, berhasil menyajikan informasi mengenai proses penularan HIV secara faktual. Editor memainkan peran penting dalam menciptakan ritme cerita, meningkatkan penyampaian pesan edukasi, dan memberikan pengalaman menonton yang mampu membangun empati tanpa mengurangi akurasi informasi. Oleh karena itu, film dokumenter ini berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV, mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV).