;

Abstrak


PENGARUH CURIOSITY PADA KETERIKATAN KERJA DAN PERILAKU KERJA INOVATIF: PERAN MEDIASI KEPRIBADIAN PROAKTIF DAN MODERASI BUDAYA ORGANISASI


Oleh :
Mega Kumala Ratna - S412408039 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Keberhasilan transformasi digital pendidikan sangat ditentukan oleh perilaku kerja inovatif (innovative work behavior) tenaga pendidik. Namun, evaluasi pembelajaran pada perguruan tinggi vokasi Kementerian Perindustrian menunjukkan praktik inovatif tenaga pendidik belum optimal. Penelitian ini, sebagai pengembangan dari penelitian AlShamsi et al. (2025), bertujuan menganalisis pengaruh curiosity, kepribadian proaktif, dan keterikatan kerja pada perilaku kerja inovatif; pengaruh curiosity pada keterikatan kerja dan kepribadian proaktif; peran moderasi budaya organisasi pada pengaruh curiosity pada kepribadian proaktif; serta peran mediasi kepribadian proaktif pada pengaruh curiosity pada keterikatan kerja.Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei berdesain cross-sectional terhadap 208 tenaga pendidik (dosen dan instruktur) pada perguruan tinggi vokasi Kementerian Perindustrian, dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Likert 5 poin dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS4. Hasil menunjukkan curiosity, kepribadian proaktif, dan keterikatan kerja, berpengaruh positif signifikan pada perilaku kerja inovatif, dengan kepribadian proaktif sebagai prediktor terkuat. Curiosity juga berpengaruh positif signifikan pada keterikatan kerja dan kepribadian proaktif, sekaligus menjadi prediktor terkuat kepribadian proaktif. Kepribadian proaktif berpengaruh positif signifikan pada keterikatan kerja dan memediasi secara parsial pengaruh curiosity padanya, sedangkan budaya organisasi tidak terbukti memoderasi pengaruh curiosity pada kepribadian proaktif. Disimpulkan bahwa perilaku kerja inovatif tenaga pendidik dibentuk signifikan oleh curiosity, kepribadian proaktif, dan keterikatan kerja, dengan kepribadian proaktif berperan ganda sebagai prediktor terkuat dan mediator penting, sejalan dengan Interactionist Perspective Theory.