Abstrak


Estimasi Potensi Karbon dan Valuasi Ekonomi Serapan Karbon Tegakan Pohon Pada Ruang Terbuka Hijau Taman Monumen 45 Banjarsari Kota Surakarta


Oleh :
Dimas Hanafi Iqbal Nugroho - H1019015 - Fak. Pertanian

Peningkatan pembangunan dan pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan menyebabkan berkurangnya luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) akibat alih fungsi lahan. RTH berperan penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon melalui vegetasi penyusunnya. Penelitian ini bertujuan mengestimasi potensi biomassa, cadangan karbon, serapan CO₂, dan nilai ekonomi serapan karbon pada tegakan pohon di Ruang Terbuka Hijau Taman Monumen 45 Banjarsari, Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2026 menggunakan metode inventarisasi secara sensus dengan pendekatan non-destruktif. Biomassa dihitung menggunakan persamaan allometrik Ketterings et al. (2001), sedangkan cadangan karbon dihitung berdasarkan SNI 7724:2019. Nilai ekonomi karbon dihitung berdasarkan harga karbon Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan Taman Monumen 45 Banjarsari memiliki 317 individu pohon yang terdiri atas 126 individu tingkat tiang dan 191 individu tingkat pohon, serta mewakili 40 jenis pohon. Total biomassa tegakan mencapai 235,99 ton, terdiri atas 10,52 ton pada tingkat tiang dan 225,47 ton pada tingkat pohon. Biomassa tersebut menghasilkan total cadangan karbon sebesar 110,97 ton, dengan 106,01 ton tersimpan pada tingkat pohon dan 4,96 ton pada tingkat tiang. Cadangan karbon tersebut setara dengan 407,26 ton CO₂e. Berdasarkan harga karbon yang berlaku, diperoleh nilai ekonomi serapan karbon sebesar Rp23.946.882,12, dengan kontribusi terbesar berasal dari tingkat pohon sebesar Rp22.876.533,96, sedangkan tingkat tiang sebesar Rp1.070.348,16. Oleh karena itu, pengelolaan dan pelestarian vegetasi pohon pada RTH perkotaan perlu terus ditingkatkan guna mendukung mitigasi perubahan iklim dan pembangunan kota yang berkelanjutan.