Abstrak


Peran Produser pada Proses Produksi Film Dokumenter "Turonggo Seto: Gegayuhan Prajurit Boyolali"


Oleh :
Vania Carissa Devi - V1123140 - Sekolah Vokasi

Perkembangan arus modernisasi yang masif menjadi tantangan besar bagi eksistensi kebudayaan lokal di Indonesia. Masuknya budaya modern ini menjadikan generasi muda Indonesia menganggap warisan budaya nasional sebagai budaya yang kuno dan tidak tertarik untuk mengetahui budaya nasional. Salah satu warisan budaya yang menghadapi tantangan ini adalah kesenian tradisional Turonggo Seto, sebuah seni jaran kepang yang kental akan nilai historis, heroisme, dan nilai filosofis masyarakat setempat. Meskipun diterpa gempuran budaya modern, uniknya kesenian ini masih dilestarikan oleh para generasi muda setempat hingga saat ini. Fenomena eksistensi dan regenerasi ini diangkat dengan penciptaaan karya film dokumenter yang menunjukkan realitas nyata kesenian tradisional Turonggo Seto. Dalam pembuatan film dokumenter ini penulis berperan sebagai produser yang bertanggung jawab pada manajemen keseluruhan proses pembuatan film. Mulai dari tahap praproduksi, produser melakukan riset serta perencanaan anggaran, tahap produksi, produser memastikan kelengkapan tim, alat, lokasi, dan narasumber telah tersedia untuk proses shooting, hingga tahap pascaproduksi, produser memastikan jalannya proses penyuntingan telah sesuai dengan konsep yang diangkat. Produser harus memastikan seluruh tahap tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan mendapat hasil akhir berupa film dokumenter yang layak tayang. Melalui film dokumenter ini penulis mengemas esensi historis dan nilai heroisme kesenian Turonggo Seto ke media audio visual yang relevan bagi generasi muda. Dengan berperan sebagai seorang produser yang harus menyelaraskan aspek manajerial dengan aspek kreatif yang diangkat, film dokumenter ini diharapkan dapat menjadi film yang edukatif. Melalui gabungan narasi dengan visual penampilan, wawancara, dan kegiatan nyata, film ini diciptakan agar audiens dapat memiliki kedekatan emosional dan tanggung jawab untuk menjaga kesenian tradisional agar tetap eksis di tengah gempuran modernisasi.