;

Abstrak


PENGUATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIKMELALUI PROGRAM MEMBACA 15 MENIT PADA PAGI HARIDI SD NEGERI SINE 2 SRAGEN


Oleh :
Nurma Susanti - S032408001 - Fak. KIP

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) abad ke-21menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis sebagai kompetensiesensial. Namun, program literasi di sekolah dasar masih cenderung berorientasipada pembiasaan membaca sehingga belum optimal mengembangkan kemampuanberpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan programmembaca 15 menit di pagi hari, mengidentifikasi kendala beserta solusipelaksanaannya, serta menjelaskan hasil pelaksanaan program dalam penguatanketerampilan berpikir kritis peserta didik di SD Negeri Sine 2 Sragen.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studikasus. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Sine 2 Sragen pada Desember 2024–Agustus 2025. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, enam guru, dan delapanbelas peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melaluiobservasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakanmodel interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dantriangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, perencanaan programmembaca 15 menit disusun secara sistematis melalui analisis kebutuhan, penetapantujuan, penyusunan program, pembentukan tim pelaksana, penyediaan sarana danprasarana, penyusunan panduan, pengembangan instrumen evaluasi, sertapenetapan indikator keberhasilan yang terintegrasi dengan pengembanganketerampilan berpikir kritis. Kedua, kendala pelaksanaan meliputi penyusunanprosedur, keterbatasan sarana, dan belum tersusunnya instrumen evaluasi padatahap awal, yang diatasi melalui penyempurnaan prosedur, pemanfaatan dana BOSdan lingkungan sekolah, serta pengembangan instrumen evaluasi berbasis indikatorberpikir kritis. Ketiga, pelaksanaan program meningkatkan budaya literasi sertakemampuan analisis, interpretasi, evaluasi, penalaran, dan refleksi peserta didik.Program membaca 15 menit yang dirancang secara sistematis, terintegrasi denganpembelajaran, dan dilaksanakan secara berkelanjutan mampu memperkuatketerampilan berpikir kritis peserta didik melalui pembiasaan literasi yangbermakna. Penelitian ini memperkuat kajian literasi sekolah sebagai strategipengembangan keterampilan berpikir kritis sekaligus memberikan modelpelaksanaan program literasi yang sistematis dan berkelanjutan bagi sekolah dasar.