Abstrak


DISTRIBUSI KEBERADAAN AJAG (Cuon alpinus Pallas 1811) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO


Oleh :
Exelino Christ Dio - H1020024 - Fak. Pertanian

DISTRIBUSI KEBERADAAN AJAG (Cuon alpinus Pallas 1811) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO. Skripsi: Exelino Christ Dio (H10024). Pembimbing: Dr. Ike Nurjuita Nayasilana S.Si., M.Si. dan Galuh Masyithoh S.Hut., M.Si. Program Studi Pengeloaan Hutan, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Ajag (Cuon alpinus) merupakan satwa kunci di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Belum adanya penelitian ajag di TNGGP sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui lebih jauh terkait keberadaan spesies tersebut. Untuk itu tujuan dari penelitian adalah mengetahui distribusi keberadaan ajag di TNGGP. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu 13 Mei sampai 10 Agustus 2024. Pengambilan data menggunakan metode transek jalur (strip transect) dengan jalan setapak yang memiliki panjang ±0,8-3 km dan lebar ±10 m. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan diproyeksikan menjadi peta. Berdasarkan hasil penelitian, tanda-tanda keberadaan ajag ditemukan di dua resort, yakni Bodogol dan Tapos dalam bentuk feses, sarang, suara, dan laporan perjumpaan langsung. Feses ajag ditemukan di Resort Bodogol dalam kondisi baru dengan ciri khas bentuk yang runcing pada salah satu sisi bolus dan ditemukannya rambut pada feses tersebut. Sarang ajag berjumlah lima ditemukan di Resort Tapos menunjukkan karakteristik sarang sederhana dengan satu pintu masuk, sarang tersebut terletak di lereng yang memiliki tingkat kemiringan 24,5 derajat dan menghadap barat dengan diameter lubang yang cukup untuk ajag dewasa. Ada dua sarang yang ditemukan dan jejak berupa suara terdengar satu kali di Resort Tapos selama periode penelitian. Selain itu, kemungkinan keberadaan ajag ditemukan satu kali oleh informan di Resort Bodogol.