Abstrak
MAKNA DAN FUNGSI SAJIAN TRADISI PANGUPA PERNIKAHAN BATAK ANGKOLA: KAJIAN GASTRONOMI SASTRA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR TEKS PROSEDUR DI SMP
Oleh :
Ajeng Ratna Sukmawati - S842408005 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan (1) sejarah dan prosesi tradisi Pangupa pernikahan adat Batak Angkola, (2) makna sajian tradisi Pangupa pernikahan Batak Angkola, (3) fungsi
sajian tradisi Pangupa pernikahan Batak Angkola, (4) pemanfaatan sajian tradisi
Pangupa pernikahan batak angkola
sebagai materi ajar teks prosedur di SMP. Penelitian ini bersifat deskriptif
kualitatif dengan strategi etnografi dan menggunakan pendekatan gastronomi
sastra. Sumber data penelitian meliputi narasumber yakni ketua adat, juru
masak, masyarakat, mempelai pengantin, kepala desa dan guru bahasa Indonesia di
SMPN 5 Bilah Barat, lokasi di desa Sidingkat, Kec. Padang Bolak, Kab. Padang
Lawas Utara, Sumatera Utara, peristiwa tradisi sajian Pangupa pernikahan Batak Angkola, dan dokumen berupa transkip
wawancara, gambar dan rekaman audio serta video. Data yang ditemukan dianalisis
menggunakan pendekatan gastronomi sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan
hasil dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data
yang digunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan empat
tahapan analisis dari Spradley berupa domain, taksonomi, komponensial, dan tema
kultural. Hasil penelitian ini ditemukan sejarah tradisi Pangupa pernikahan Batak Angkola merupakan bentuk manifestasi rasa
syukur dan permohonan keselamatan. Tradisi Pangupa
dilakukan untuk memanggil pulang tondi (semangat hidup) pengantin karena
terkejut dengan prosesi pernikahan yang panjang dan melelahkan. Prosesi tradisi
Pangupa pernikahan Batak Angkola
dilakukan pada puncak acara adat. Terdapat 17 makna simbol bahan sajian dan
lima fungsi sajian tradisi Pangupa.
Makna yang terdapat adalah sajian ini disimbolkan sebagai wujud syukur serta
bekal spiritual agar pasangan pengantin mendapatkan keberkahan, kebahagiaan,
dan kemakmuran dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sedangkan fungsi yang
terdapat dalam sajian tradisi Pangupa
pernikahan diperoleh 5 fungsi berupa: 1) fungsi agama, 2) Fungsi social, 3) Fungsi
budaya, 4) Fungsi pendidikan moral, dan 5) fungsi kearifan lokal. Implikasi
pada penelitian sajian tradisi Pangupa pernikahan
Batak Angkola tersebut dapat dijadikan materi ajar teks prosedur di Sekolah
Menengah Pertama yang telah ditentukan dengan modul ajar yang sudah di buat
sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan di sekolah. Bagian yang dianalisis
berupa makna dan fungsinya. Ditemukan langkah-langkah proses pembuatan sajian
tradisi Pangupa yang dapat memberikan
manfaat sebagai materi ajar teks prosedur di sekolah menengah pertama (SMP).