Abstrak


Pengaruh Persepsi Kesejahteraan Guru dan Lingkungan Keluarga terhadap Minat Menjadi Guru dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening


Oleh :
Salma Salsabila - K7622101 - Fak. KIP

Fenomena menurunnya minat mahasiswa keguruan untuk menjadi guru di tengah tingginya kebutuhan guru menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah persepsi kesejahteraan guru berpengaruh terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa FKIP UNS, (2) mengetahui apakah lingkungan keluarga berpengaruh terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa FKIP UNS, (3) mengetahui apakah motivasi berpengaruh terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa FKIP UNS, (4) mengetahui apakah persepsi kesejahteraan guru berpengaruh terhadap minat menjadi guru melalui motivasi pada mahasiswa FKIP UNS, (5) mengetahui apakah lingkungan keluarga berpengaruh terhadap minat menjadi guru melalui motivasi pada mahasiswa FKIP UNS. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 200 mahasiswa FKIP UNS yang telah menempuh mata kuliah micro teaching dan mengikuti Pengenalan Lingkungan Persekolahan. Sampel penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan SEM PLS dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, persepsi kesejahteraan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru. Kedua, lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru. Ketiga, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru. Keempat, persepsi kesejahteraan guru berpengaruh positf dan signifikan terhadap minat menjadi guru melalui motivasi. Kelima, lingkungan keluarga berpengaruh positf dan signifikan terhadap minat menjadi guru melalui motivasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan minat mahasiswa untuk berprofesi sebagai guru dipengaruhi oleh persepsi yang positif mengenai kesejahteraan guru, dukungan keluarga, serta motivasi yang kuat untuk menjadi guru.