Abstrak


PENGARUH PREFERENSI ALTRUISME TERHADAP KEPEDULIAN EMPATI DENGAN PENGENDALIAN DIRI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA CALON GURU MAHASISWA GEN-Z


Oleh :
Khofifah Tria Amanda - K7622070 - Fak. KIP

Preferensi altruisme yang dimiliki mahasiswa calon guru generasi Z tidak selalu disertai dengan kepedulian empati yang konsisten, terutama di tengah tekanan akademik dan psikologis yang rentan dialami generasi ini. Peran pengendalian diri dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara preferensi altruisme dan kepedulian empati juga belum banyak dikaji, khususnya pada mahasiswa calon guru Ekonomi generasi Z. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh preferensi altruisme terhadap kepedulian empati pada mahasiswa calon guru generasi Z, dan (2) mengetahui peran pengendalian diri dalam memoderasi pengaruh preferensi altruisme terhadap kepedulian empati pada mahasiswa calon guru generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa calon guru generasi Z Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan proportional random sampling, diperoleh sebanyak 177 responden setelah dilakukan pemeriksaan outlier menggunakan Cook’s Distance. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner yang disebarkan secara daring melalui google form. Teknik analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, preferensi altruisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepedulian empati pada mahasiswa calon guru generasi Z dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti semakin tinggi preferensi altruisme yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula kepedulian empati yang ditunjukkan. Kedua, pengendalian diri tidak terbukti memoderasi pengaruh preferensi altruisme terhadap kepedulian empati dengan nilai signifikansi sebesar 0,762 yang berarti kemampuan pengendalian diri tidak memperkuat maupun memperlemah hubungan antara preferensi altruisme dan kepedulian empati pada mahasiswa calon guru generasi Z. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis dengan memperkuat empathy-altruism theory dari Baston dalam konteks mahasiswa calon guru, sekaligus membuka peluang pengujian variabel lain selain pengendalian diri. Secara praktis temuan ini mengimplementasikan perlunya program studi kependidikan dan dosen mengintegrasikan pengembangan karakter altruistic serta keterlibatan afektif dalam proses pendidikan calon guru untuk memperkuat kesiapan emosional mereka sebagai pendidik.