Abstrak
KEEFEKTIFAN SELF-HYPNOSIS KEDOKTERAN JIWA TERHADAP GEJALA KLINIS KECEMASAN DAN KADAR HbA1c PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Oleh :
M Fitrah Hidayat - S572208007 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) rentan mengalami kecemasan yang dapat memperburuk kontrol glikemik dan meningkatkan kadar HbA1c. Self-hypnosis kedokteran jiwa merupakan intervensi psikologis komplementer yang dapat membantu menurunkan kecemasan dan memperbaiki kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan self-hypnosis kedokteran jiwa terhadap gejala klinis kecemasan dan kadar HbA1c pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Randomize control trial pretestposttest control group design. Sebanyak 36 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan self-hypnosis disertai terapi standar, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi standar. Gejala kecemasan dinilai menggunakan DASS-21 dan GAD-7, sedangkan kontrol glikemik dinilai menggunakan kadar HbA1c. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney, Wilcoxon, dan effect size Cohen’s d dengan p<0,05. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna hasil posttest antara kelompok perlakuan dan kontrol pada skor DASS-21 (7,00±1,00 vs 11,00±1,50), GAD-7 (6,00±1,00 vs 9,00±1,50), dan HbA1c (6,80±0,30 vs 7,20±0,30) dengan seluruh nilai p<0,001. Pada kelompok perlakuan terjadi penurunan bermakna skor DASS-21, GAD-7, dan HbA1c setelah intervensi. Analisis Cohen’s d menunjukkan effect size sangat besar pada ΔDASS-21 (7,50), ΔGAD-7 (5,28), dan ΔHbA1c (7,94). Kesimpulan: Self-hypnosis kedokteran jiwa efektif dalam memperbaiki gejala klinis kecemasan dan kadar HbA1c pasien DM tipe 2.