Abstrak
SELF-DISCLOSURE MELALUI #CSD (CARAT SELCA DAY)
Oleh :
Nadia Salsabila - D0222084 - Fak. ISIP
Fenomena Korean Wave yang semakin berkembang turut melahirkan
komunitas penggemar K-pop dengan berbagai aktivitas digital yang khas. Salah
satunya adalah kegiatan Carat Selca Day (#CSD), yakni ritual bulanan fandom
Carat — penggemar grup idol Seventeen — yang dilaksanakan setiap tanggal 17
melalui pengunggahan foto selfie bersandingkan foto idol di media sosial X.
Keunikan fenomena ini terletak pada munculnya praktik pengungkapan diri secara
sukarela di ruang yang umumnya identik dengan anonimitas. Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk self disclosure yang dilakukan oleh
fandom Carat dalam penggunaan #CSD di media sosial X; (2) mengidentifikasi
motivasi Carat melakukan kegiatan #CSD; dan (3) menganalisis peran self
disclosure dalam menegaskan identitas pribadi fan sebagai bagian dari komunitas
Carat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan
studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan
informan yang merupakan anggota aktif fandom Carat dan telah berpartisipasi
minimal tiga kali dalam kegiatan #CSD di media sosial X, serta diperkuat melalui
studi dokumentasi berupa tangkapan layar unggahan #CSD informan. Keabsahan
data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data
dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teoritis yang
digunakan adalah teori Self Disclosure De Vito (2023) dan teori Computer
Mediated Communication (CMC). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan
utama. Pertama, self disclosure yang dilakukan Carat melalui #CSD bersifat selektif
dan terbatas pada dimensi visual berupa foto selfie, tanpa pengungkapan informasi
personal yang lebih mendalam. Pengungkapan tersebut dianalisis melalui tiga
pedoman De Vito: individu memutuskan apa dan bagaimana cara mengungkapkan
diri (tercermin dari kurasi foto dan citra yang ingin dibangun); individu menanggapi
pengungkapan diri orang lain (diwujudkan melalui pemberian likes, komentar, dan
retweet); serta individu menahan diri dari tekanan pengungkapan berlebih (terlihat
dari pembatasan informasi yang konsisten pada seluruh informan). Kedua, motivasi
awal partisipasi didominasi oleh Fear of Missing Out (FOMO) dan ajakan sosial
dari sesama anggota komunitas, yang kemudian bertransformasi menjadi motivasi
berkelanjutan berupa keinginan memperoleh interaksi sosial, mutual baru, dan
peneguhan kehadiran digital. Ketiga, self disclosure melalui #CSD berperan dalam
menegaskan identitas Carat melalui tiga mekanisme: Partisipasi dalam #CSD
menjadi simbol keanggotaan fandom, caption berfungsi sebagai media untuk
mengekspresikan identitas diri. Praktik saling memberikan likes, komentar, dan
retweet memperkuat solidaritas, rasa memiliki, serta identitas kolektif anggota
Carat di media sosial X.