Abstrak
Upaya Dalam Penanganan Kasus Stunting Di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar
Oleh :
Risa Ayu Maharani - D0322106 - Fak. ISIP
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk
di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Meskipun desa ini
memiliki potensi sumber daya pertanian, fasilitas pelayanan kesehatan, dan
pelaksanaan Posyandu yang rutin, kasus stunting masih ditemukan. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh aspek
kesehatan, tetapi juga oleh interaksi antara berbagai aktor, aturan, dan sumber daya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat mengenai
stunting, mendeskripsikan upaya penanganan stunting, serta menganalisis kendala
dan tantangan dalam penanganan stunting di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso,
Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan studi kasus dan dianalisis menggunakan Teori Strukturasi
Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pada umumnya
telah memahami pengertian, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, meskipun
masih terdapat persepsi yang mengaitkannya dengan faktor keturunan. Upaya
penanganan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif, meliputi
kegiatan Posyandu, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan
tambahan, edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, serta kolaborasi antara pemerintah
desa, bidan, kader Posyandu, Puskesmas, dan masyarakat. Pelaksanaan program
masih menghadapi kendala berupa keterbatasan tenaga kesehatan, pendanaan, pola
asuh, rendahnya partisipasi sebagian masyarakat, dan anak yang sulit makan.
Penanganan stunting merupakan praktik sosial yang terbentuk melalui hubungan
timbal balik antara agen dan struktur. Pemerintah desa, bidan desa, kader Posyandu,
dan orang tua sebagai agen memanfaatkan aturan, sumber daya, dan kebijakan yang
tersedia dalam menjalankan berbagai upaya penanganan stunting, sementara praktik
yang dilakukan secara berulang turut mempertahankan sekaligus membentuk pola
penanganan stunting di Desa Wonorejo.