Abstrak


Interaksi Struktur dan Agensi dalam Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan di Dusun Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Muhammad Nabil Karim - D0322071 - Fak. ISIP

Pertanian merupakan salah satu sektor bagi kehidupan masyarakat pedesaan. Dusun Wonorejo yang terletak di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar mulai mengembangkan tanaman kopi sebagai salah satu komoditas unggulan. Pengembangan pengelolaan pertanian kopi di Dusun Wonorejo diakibatkan oleh potensi alam dan adanya berbagai aktor, aturan dan sumber daya yang membentuk relasi antara agen dan struktur. Kondisi tersebut menjadikan pengelolaan pertanian kopi menarik untuk dikaji melalui pendekatan Teori Strukturasi Anthony Giddens. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengelolaan pertanian berkelanjutan serta mengetahui interaksi struktur dan agensi dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan di Dusun Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus dan dianalisis menggunakan Teori Strukturasi Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian kopi di Dusun Wonorejo berkembang melalui praktik sosial yang melibatkan aktivitas budidaya, pemeliharaan, pengolahan, dan pemasaran kopi oleh petani dengan dukungan Kelompok Tani Wonosari X serta berbagai stakeholder. Praktik tersebut telah mengarah pada pertanian berkelanjutan secara sosial, lingkungan, dan ekonomi. Meskipun masih menghadapi tantangan berupa faktor alam, minimya kualitas sumber daya manusia, pemasaran, dan akses terhadap sumber daya, berbagai tantangan tersebut direspons melalui penerapan strategi budidaya dan pascapanen, pelatihan dan pendampingan petani, peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan, serta perluasan jaringan pemasaran. Interaksi struktur dan agensi berlangsung melalui hubungan timbal balik antara petani mandiri, petani anggota kelompok tani, dan berbagai stakeholder dengan adanya struktur dalam bentuk aturan dan sumber daya. Relasi tersebut menunjukkan adanya dualitas struktur, yaitu struktur menjadi sarana sekaligus hasil dari tindakan para agen. Melalui praktik sosial yang dilakukan secara berulang, para agen mereproduksi berbagai aturan, pola kerjasama dan mekanisme pengelolaan pertanian, sekaligus mentransformasi struktur melalui berkembangnya budidaya kopi, pengolahan pascapanen, peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan dan perluasan jaringan kerjasama. Dengan demikian, pengelolaan pertanian berkelanjutan di Dusun Wonorejo menunjukkan bahwa praktik sosial yang berlangsung secara berkelanjutan tidak hanya mempertahankan struktur yang telah ada, tetapi juga menghasilkan perubahan melalui relasi antara struktur dan agensi.