Abstrak


Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Aksesi Kupang Terhadap Jenis dan Dosis Pupuk Organik


Oleh :
Siti Zulaikah - H0722162 - Fak. Pertanian

Kelor (Moringa oleifera Lamk.) mengandung Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, kalsium, kalium, protein dalam jumlah yang tinggi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Tanaman kelor dapat tumbuh dan berkembang di daerah Tropis Indonesia, salah satunya di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Produktivitas kelor di Kabupaten Kupang sebenarnya telah melampaui potensi optimal, namun terjadi fluktuasi sehingga perlu adanya budidaya yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman kelor, salah satunya dengan menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan seperti pupuk hijau, pupuk kandang ayam, dan POC Total tirta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis pupuk organik yang lebih efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kelor aksesi Kupang. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2025 di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Jalan Bakaran, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 10 kombinasi perlakuan (tanpa pupuk; pupuk hijau dosis 5, 10, 15 ton/ha; pupuk kandang ayam dosis 5, 10, 15 ton/ha; dan POC Total tirta dosis 50, 100, 150 ml/L) dengan tiga kali ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) apabila hasil berbeda nyata dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton/ha memberikan hasil terbaik untuk parameter tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil a, klorofil b, total klorofil, kandungan Vitamin C, brangkasan segar daun dan brangkasan kering daun kelor aksesi Kupang. Pupuk hijau dengan dosis 10 ton/ha memberikan hasil terbaik untuk parameter diameter batang kelor aksesi Kupang.