Abstrak
Pengaruh Pemberian Diet Ikan Kakap Merah pada Gambaran Histopatologi Ren, Cor, dan Hepar Tikus (Rattus norvegicus) Model Hipotiroidisme
Oleh :
Zahrul Arafah - M0419090 - Fak. MIPA
Hipotiroidisme kongenital merupakan gangguan akibat defisiensi hormon tiroid sejak lahir yang dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ, termasuk ginjal, jantung, dan hati. Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) diketahui mengandung yodium, protein, serta Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) yang berpotensi memberi efek protektif terhadap kerusakan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian diet pakan tinggi nutrisi dengan tambahan ikan kakap merah terhadap gambaran histopatologi organ ginjal, jantung, dan hati pada tikus model hipotiroidisme kongenital. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan empat kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, diet pakan tinggi nutrisi dengan tambahan ikan kakap merah 25%, dan diet pakan tinggi nutrisi dengan tambahan ikan kakap merah 50%. Masing-masing kelompok terdiri atas dua ekor tikus. Preparat histopatologi ginjal, jantung, dan hati dibuat menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (H&E), kemudian diamati secara mikroskopis dan dilakukan skoring derajat kerusakan jaringan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney apabila terdapat perbedaan yang signifikan. Kelompok yang memperoleh diet pakan tinggi nutrisi dengan tambahan ikan kakap merah 50% memiliki rerata skor kerusakan histopatologi paling rendah pada organ ginjal serta menunjukkan kecenderungan perbaikan gambaran histopatologi pada organ jantung dan hati dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada skor histopatologi ginjal (p = 0,029) dan parameter degenerasi sel jantung (p = 0,010), sedangkan hemoragi jantung (p = 0,257), nekrosis jantung (p = 0,181), dan skor histopatologi hati (p = 0,067) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Uji lanjut Mann–Whitney juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar pasangan kelompok (p > 0,05).