Abstrak
Pengaruh Fraksi Berat ABS Rekondisi dari Proses Injeksi dan Paparan Cuaca terhadap Sifat Mekanis, Fisik, dan Termal Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS)
Oleh :
Sularman - S952502007 - Fak. Teknik
Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) merupakan termoplastik







rekayasa yang banyak digunakan pada industri otomotif, elektronik, dan rumah







tangga karena memiliki ketangguhan, kekakuan, dan stabilitas termal yang baik.







Meningkatnya penggunaan ABS turut meningkatkan jumlah limbah plastik, sehingga







pemanfaatan material daur ulang menjadi bagian penting dalam implementasi







ekonomi sirkular. ABS rekondisi (r-ABS) dari limbah proses injeksi berpotensi







digunakan kembali, namun ketahanannya terhadap paparan cuaca alami masih perlu







dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fraksi berat r-ABS,







durasi paparan cuaca alami, serta interaksi keduanya terhadap sifat mekanis,







fisik, kimia, dan termal material ABS.Spesimen dibuat melalui proses injection molding menggunakan







campuran ABS virgin dan r-ABS hasil limbah proses injeksi (post-industrial







waste) dengan fraksi berat r-ABS sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Seluruh







spesimen dipaparkan pada rak cuaca alami sesuai ASTM D1435 selama 0–6 bulan.







Karakterisasi meliputi pengujian tarik, lentur, impak, densitas, SEM, FTIR,







XRD, TGA, dan DSC.































Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh







fraksi r-ABS terhadap sifat material tidak bersifat linear, tetapi bergantung







pada interaksinya dengan durasi paparan cuaca alami. Analisis FTIR







mengonfirmasi degradasi foto-oksidatif yang ditandai oleh penurunan butadiene







index dan peningkatan carbonyl index. Temuan tersebut konsisten dengan







perubahan morfologi patahan dari ulet menjadi getas serta penurunan sifat mekanis







setelah pemaparan. Di antara seluruh parameter mekanis, regangan putus







merupakan indikator yang paling sensitif terhadap degradasi cuaca. Komposisi







r-ABS sebesar 50–75% menunjukkan retensi sifat mekanis yang relatif lebih baik







pada paparan menengah hingga panjang dibandingkan material virgin. Hasil







penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pemanfaatan ABS rekondisi pada







aplikasi luar ruang serta mendukung implementasi ekonomi sirkular melalui







pemanfaatan kembali limbah industri ABS.