Abstrak


Struktur Pendapatan Rumah Tangga Petambak Bandeng Terdampak Abrasi di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes


Oleh :
Anindya Keysha Mega Kauna - H0822021 - Fak. Pertanian

Overfishing di wilayah Laut Jawa mendorong pengembangan budidaya perikanan, termasuk usaha tambak, yang berpotensi dikembangkan di wilayah Pantura (Pantai Utara Jawa). Kabupaten Brebes memiliki luas tambak terbesar di Jawa Tengah pada tahun 2022. Salah satu komoditas tambak yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Brebes adalah bandeng (Chanos chanos). Namun, potensi tersebut dihadapkan pada tekanan lingkungan berupa abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir Pantura. Kabupaten Brebes menjadi salah satu wilayah dengan dampak abrasi terluas, yaitu mencapai 2.391,95 Ha selama periode 1995–2020. Kecamatan Brebes merupakan salah satu sentra produksi bandeng, tetapi produksi bandeng dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang cenderung menurun. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap rumah tangga petambak dan mendorong rumah tangga petambak untuk melakukan berbagai coping strategy, salah satunya melalui diversifikasi pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pendapatan, tingkat ketimpangan pendapatan, tingkat diversifikasi pendapatan beserta hubungannya dengan pendapatan rumah tangga, serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat diversifikasi pendapatan rumah tangga petambak bandeng terdampak abrasi di Kecamatan Brebes. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Randusanga Wetan, Desa Randusanga Kulon, dan Desa Kaliwlingi. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 petambak bandeng. Quota sampling digunakan untuk menentukan jumlah responden sebanyak 20 orang pada masing-masing desa, sedangkan purposive sampling digunakan untuk memilih responden berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis usahatani, statistik deskriptif, analisis struktur pendapatan, perhitungan rasio Gini dan Kurva Lorenz, Indeks Entropi (IE), korelasi Pearson, serta regresi linear berganda dengan estimator Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pendapatan rumah tangga petambak bandeng berasal dari berbagai sumber pendapatan. Pendapatan dari tambak bandeng memberikan kontribusi sebesar 23,16%, diikuti oleh budidaya rumput laut (Gracilaria sp.) sebesar 22,02%, serta perdagangan dan usaha kecil sebesar 11,10%, dengan sisanya berasal dari berbagai sumber pendapatan lainnya. Tingkat ketimpangan pendapatan rumah tangga petambak bandeng tergolong rendah dengan nilai rasio Gini sebesar 0,27, sedangkan rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar Rp40.435.816,58/tahun dan termasuk dalam golongan pendapatan sedang. Tingkat diversifikasi pendapatan rumah tangga tergolong tinggi dengan nilai Indeks Entropi sebesar 0,761. Sementara itu, hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa tingkat diversifikasi pendapatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pendapatan rumah tangga. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat diversifikasi pendapatan rumah tangga petambak bandeng meliputi pengalaman usaha tambak bandeng yang berpengaruh negatif, serta proporsi anggota rumah tangga yang bekerja terhadap total anggota rumah tangga dan dampak abrasi yang berpengaruh positif.