Abstrak
MODEL PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) PADA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL BANYUMASAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Oleh :
Sofiatul Khotimah - T882108007 - Fak. KIP
Penelitian ini memiliki empat tujuan, yaitu untuk mengetahui: (1) kesesuaian model PjBL pada mata kuliah kewirausahaan berbasis kearifan lokal Banyumasan dengan kebutuhan pembelajaran di Universitas Jenderal Soedirman; (2) pengembangan model PjBL pada mata kuliah kewirausahaan berbasis kearifan lokal Banyumasan di Universitas Jenderal Soedirman; (3) kelayakan model PjBL pada mata kuliah kewirausahaan berbasis kearifan lokal Banyumasan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Universitas Jenderal Soedirman; serta (4) efektivitas model PjBL pada mata kuliah kewirausahaan berbasis kearifan lokal Banyumasan untuk meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman.Penelitian ini menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) yang terdiri atas empat fase menurut Amiel dan Reeves (2008), yaitu: (1) analisis awal, berupa identifikasi masalah pembelajaran kewirausahaan di UNSOED melalui observasi, studi dokumen, dan diskusi dengan praktisi; (2) perencanaan dan pengembangan solusi, berupa perumusan kerangka model PjBL berbasis kearifan lokal Banyumasan; (3) evaluasi dan pengujian solusi, melalui validasi pakar dan implementasi model di kelas; serta (4) dokumentasi dan refleksi hasil, yang digunakan untuk revisi berulang hingga diperoleh model yang valid, layak, dan praktis diterapkan. Nilai-nilai kearifan lokal Banyumasan dirumuskan melalui wawancara mendalam dengan praktisi budaya dan selanjutnya dipetakkan melalui analisis literatur hingga menghasilkan dua belas nilai inti yang dapat diintegrasikan dalam tahapan pembelajaran proyek kewirausahaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model PjBL kewirausahaan berbasis kearifan lokal Banyumasan yang dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan pembelajaran mahasiswa terbukti sesuai dengan kebutuhan tersebut, khususnya dalam meningkatkan pengalaman belajar kontekstual, kemampuan berpikir kreatif, serta relevansi pembelajaran dengan lingkungan sosial-budaya lokal; (2) pengembangan model menghasilkan beberapa produk pembelajaran, yaitu: RPS, buku panduan dosen, modul ajar mahasiswa, serta instrumen evaluasi dan penilaian; (3) hasil validasi pakar menunjukkan bahwa model berada pada kategori sangat layak, dengan nilai validitas isi terendah sebesar 0,79. Implementasi model melalui dua tahap uji coba menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran, ditunjukkan oleh peningkatan skor penilaian dosen terhadap aspek kognitif, afektif, perilaku, dan artefak mahasiswa; serta (4) hasil uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan nilai p-value 0,005 (lebih kecil dari 0,05) antara skor minat berwirausaha mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model.