Abstrak


Diskrepansi Interdependensi Rusia dengan Uni Eropa pasca Invasi Rusia ke Ukraina Tahun 2022


Oleh :
Rayhan Devangga Idham - D0422048 - Fak. ISIP

Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 menjadi titik balik yang mengubah dinamika hubungan Rusia dan Uni Eropa secara signifikan. Hubungan yang sebelumnya ditandai oleh tingkat interdependensi ekonomi yang tinggi, khususnya pada sektor energi dan keuangan, mengalami transformasi menjadi arena persaingan strategis yang semakin intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diskrepansi interdependensi Rusia dengan Uni Eropa pasca invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022, serta menjelaskan bagaimana kedua aktor memanfaatkan kerentanan yang muncul dalam hubungan saling ketergantungan tersebut sebagai instrumen untuk mencapai kepentingan politik dan ekonomi masing-masing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dokumen resmi pemerintah, serta berbagai publikasi yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan konsep Weaponized Interdependence yang dikembangkan oleh Henry Farrell dan Abraham L. Newman untuk menjelaskan perubahan pola interdependensi pasca invasi yang sebelumnya bergerak ke arah complex terlebih dahulu lalu ke fragile interdependence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Rusia-Uni Eropa sebelum tahun 2022 masih memperlihatkan karakteristik fragile interdependence seperti yang dikemukakan oleh Zheng meskipun hubungan politik kedua pihak telah memburuk sejak aneksasi Krimea tahun 2014. Namun, invasi Rusia ke Ukraina mengubah persepsi ancaman antara kedua aktor, sehingga interdependensi tidak lagi dipandang sebagai sumber keuntungan bersama, melainkan sebagai sumber kerentanan yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh leverage strategis. Penelitian ini menemukan bahwa Rusia memanfaatkan ketergantungan energi Uni Eropa melalui penggunaan gas alam dan minyak sebagai instrumen tekanan ekonomi, sementara Uni Eropa memanfaatkan posisinya dalam sistem keuangan internasional melalui eksklusi sejumlah bank Rusia dari SWIFT, pembekuan aset, dan berbagai sanksi finansial lainnya yang mempengaruhi perdagangan Rusia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua aktor berupaya memanfaatkan posisi mereka dalam jaringan interdependensi sebagai langkah koersif.