;

Abstrak


STUDI KOMPARATIF KOMPOSIT KARBON AKTIF/Fe3O4 DARI TEMPURUNG KELAPA DAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI FILLERPELAPIS SELF-HEALING BITUMEN/POLIESTER PADA BAJA KARBON


Oleh :
Fawwaz Ibrahim - S952408002 - Fak. Teknik

Bitumen berpotensi digunakan sebagai pelapis anti-korosi untuk baja karbon, tetapi bitumen murni mengalami ketidakstabilan koloid, keterbatasan kompatibilitas dengan bahan modifikasi polimer, dan kinerja penghalang terbatas. Literatur tentang pelapis organik anti-korosi masih berfokus pada sistem epoksi, masihsedikit penelitian yang mengkaji perilaku self-healing pelapis anti-korosi bitumen, sementara sebagian besar penelitian bitumen terfokus pada aplikasi perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh (1) penambahan poliester tak jenuh; (2) perbedaan bahan baku karbon aktif dari tempurung kelapa dan cangkang sawit; (3) modifikasi karbon aktif menggunakan Fe3O4 hasil dekomposisi FeCO3;serta (4) kandungan filler karbon aktif dan komposit karbon aktif/Fe3O4 terhadapnilai penetrasi, efisiensi inhibisi korosi, dan performa self-healing pelapis bitumen. Penelitian ini melibatkan sintesis dan karakterisasi filler (XRD, SEM-EDX, FTIR), fabrikasi pelapis komposit bitumen/poliester pada baja dengan variasi sistematis filler, dan evaluasi dengan mikroskopi optik, SEM-EDX, ATR-FTIR, penetrasi, polarisasi potensiodinamik dalam 3,5 wt% NaCl, dan uji self-healing termal. Hasil penelitian menunjukkan penambahan poliester tak jenuh meningkatkan kekerasandan efisiensi inhibisi korosi, tetapi memperpanjang waktu self-healing. Sistem dengan karbon aktif murni menunjukkan karbon cangkang sawit menghasilkan kompatibilitas matriks yang lebih baik sehingga memberikan efisiensi inhibisikorosi, nilai penetrasi, dan self-healing yang lebih baik daripada karbon tempurung kelapa. Sedangkan sistem dengan karbon aktif/Fe3O4 menunjukkan karbon cangkang sawit lebih unggul dalam nilai penetrasi dan self-healing, sementara karbon tempurung kelapa memberikan efisiensi inhibisi korosi yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, formulasi dengan karbon aktif/Fe3O4 berbasis cangkang sawit pada kandungan 2,5 wt.% memiliki keseimbangan terbaik antara penetrasi, efisiensi inhibisi korosi, dan performa self-healing.