Abstrak
Analisis Resepsi Audiens terhadap Nilai-Nilai Keluarga dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan
Oleh :
Maulana Hazza Rahdadanu - D0221060 - Fak. ISIP
Film sebagai media representasi tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga membentuk cara pandang audiens terhadap nilai-nilai yang dihadirkannya. Film 1 Kakak 7 Ponakan menampilkan representasi nilai keluarga melalui narasi pengorbanan, tanggung jawab, dan tekanan emosional yang relevan dengan realitas anak muda Indonesia, khususnya mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai pekerja dan mahasiswa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret yang menjalani peran ganda sebagai pekerja dan mahasiswa memaknai representasi nilai-nilai keluarga dalam film 1 Kakak 7 Ponakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall (encoding–decoding) untuk mengidentifikasi posisi pemaknaan audiens dalam kategori dominan-hegemonik, negosiasi, dan oposisional. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposive serta observasi pada film untuk mengidentifikasi representasi nilai pengorbanan, tanggung jawab, dan kebersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan audiens tidak bersifat seragam; dua informan berada pada posisi dominan-hegemonik dengan menerima pesan keluarga sebagaimana dikodekan pembuat film, sementara tiga lainnya berada pada posisi negosiasi dengan menyesuaikan makna berdasarkan pengalaman sosial, kondisi ekonomi, dan realitas peran ganda yang mereka jalani. Tidak ditemukan posisi oposisi dalam penelitian ini, karena tidak ada informan yang memahami pesan film lalu secara sadar menolak dan menafsirkannya secara bertentangan. Temuan ini menegaskan bahwa audiens merupakan subjek aktif yang mengonstruksi makna sesuai latar sosial-budaya dan pengalaman hidupnya, sehingga representasi nilai keluarga dalam film tidak diterima secara tunggal, melainkan melalui proses negosiasi makna yang kompleks.