Abstrak
Aplikasi IAA dan Ekstrak Kecambah Jagung pada Multiplikasi Anggrek Dendrobium macrophyllum
Oleh :
Randy Prasetya Hartono - H0719152 - Fak. Pertanian
Rendahnya produksi anggrek disebabkan kurang tersedianya bibit bermutu, budidaya yang kurang efisien serta penanganan tanaman anggrek yang kurang baik. Perbanyakan anggrek Dendrobium macrophyllum secara in vitro merupakan cara yang dapat digunakan untuk menyediakan bibit dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat. Modifikasi media kultur dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Media yang digunakan yakni 1/2 Murashige dan Skoog dengan penambahan bahan organik serta zat pengatur tumbuh IAA sebagai zpt auksin dan ekstrak kecambah jagung sebagai zpt sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi IAA dan ekstrak kecambah jagung yang tepat pada multiplikasi anggrek D. macrophyllum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisologi dan Bioteknologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta; Laboratorium Vahana Scientific, Kota Padang; dan Laboratorium Chem Mix Pratama, Yogyakarta. pada bulan Desember 2022 – Juni 2023. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi IAA (tanpa IAA; 0,5; 1; 1,5; dan 2 ppm) dan faktor kedua yaitu konsentrasi ekstrak kecambah jagung (tanpa ekstrak kecambah jagung; 50; 100; 150; dan 200 g/L). Terdapat 25 kombinasi perlakuan yang diulang 5 kali sehingga terdapat total 125 satuan percobaan. Variabel yang diamati antara lain waktu muncul akar, jumlah akar, waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, tinggi planlet, anatomi daun dan akar, serta analisis senyawa fitokimia dan kandungan senyawa metabolit sekunder. Analisis data menggunakan analisis ragam taraf 5% dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IAA meningkatkan jumlah daun, namun menghambat waktu muncul akar, jumlah akar, dan waktu muncul tunas anggrek D. macrophyllum secara kultur jaringan. Pemberian ekstrak kecambah jagung menghambat waktu muncul akar, jumlah akar, waktu muncul tunas, dan tinggi planlet anggrek D. macrophyllum secara kultur jaringan. Pemberian kombinasi IAA dan ekstrak kecambah jagung meningkatkan ketebalan anatomi daun dan akar anggrek D. macrophyllum secara kultur jaringan. Pemberian kombinasi IAA dan ekstrak kecambah jagung meningkatkan kadar flavonoid dan antioksidan anggrek D. macrophyllum secara kultur jaringan.