Abstrak


ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. S UMUR 43 TAHUN DI PUSKESMAS SANGKRAH SURAKARTA


Oleh :
Aldrina Nuril Permatahari - V4323003 - Sekolah Vokasi

Aldrina Nuril Permatahari. V4323003. 2026. ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. S UMUR 43 TAHUN DI PUSKESMAS SANGKRAH SURAKARTA. Program Studi Diploma III Kebidanan, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret. Ruang Lingkup: Asuhan kebidanan diberikan secara berkesinambungan (Continuity of Care/CoC) yang meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Pelaksanaan: Asuhan kehamilan dilakukan melalui dua kali kunjungan. Pada masa persalinan, dilakukan tindakan sectio caesarea (SC) atas indikasi hipertensi, ketuban pecah dini (KPD), dan letak lintang. Asuhan nifas dilakukan melalui empat kali kunjungan, di mana pada kunjungan nifas ketiga ditemukan infeksi luka operasi pasca sectio caesarea yang ditangani dengan perawatan luka yang sesuai. Asuhan neonatus dilakukan melalui tiga kali kunjungan pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang menjalani perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Asuhan keluarga berencana dilakukan melalui dua kali kunjungan. Evaluasi: Pada masa kehamilan, klien dirujuk ke rumah sakit karena hipertensi, ketuban pecah dini, dan letak lintang. Tindakan sectio caesarea berlangsung tanpa komplikasi. Infeksi luka operasi pasca sectio caesarea yang ditemukan pada kunjungan nifas ketiga berhasil ditangani dengan baik. Asuhan neonatus pada bayi berat badan lahir rendah telah diberikan secara tepat, dan konseling keluarga berencana telah dilakukan sehingga ibu memilih alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) sebagai metode kontrasepsi. Simpulan dan Saran: Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik dalam pemberian asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Asuhan kebidanan berkesinambungan perlu terus dilaksanakan untuk mendukung deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat terhadap komplikasi seperti hipertensi, ketuban pecah dini, letak lintang, infeksi luka pasca sectio caesarea, dan berat badan lahir rendah.