Abstrak


Analisis Sifat Fisik, Viskositas, dan Kimia terhadap Aspal Penetrasi 60/70 dengan Bahan Tambah Crude Palm Oil (CPO) dan Nano Silika dari Palm Oil Fuel Ash (POFA)


Oleh :
Fadli Rabbani Nusantara - I0122065 - Fak. Teknik

Aspal penetrasi 60/70 banyak digunakan di Indonesia karena sesuai dengan iklim tropis dan beban lalu lintas tinggi, namun rentan mengalami deformasi plastis pada suhu tinggi dan retak pada suhu rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan Crude Palm Oil (CPO) dan nanosilika berbasis Palm Oil Fuel Ash (POFA) terhadap kinerja aspal. CPO berfungsi sebagai bio-polimer yang meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas aspal, sedangkan nanosilika berperan meningkatkan stabilitas termal, kekuatan mekanik, dan ketahanan terhadap penuaan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan material perkerasan jalan yang berkinerja tinggi, ramah lingkungan, dan efisien secara biaya, sekaligus menjadi upaya pemanfaatan limbah industri sawit secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modifikasi aspal Penetrasi 60/70 dengan penambahan bahan aditif berupa Crude Palm Oil (CPO) dan nanosilika dari Palm Oil Fuel Ash (POFA) guna meningkatkan kualitas perkerasan jalan. Metode eksperimental dan analisa data digunakan terhadap empat variasi campuran: aspal murni, serta aspal dengan kadar CPO 4% yang dikombinasikan dengan nanosilika POFA sebesar 3%, 5%, dan 7%. Parameter yang dianalisis meliputi sifat fisik, viskositas kinematis, komposisi kimia melalui Fourier Transform Infrared (FTIR), kelekatan pada agregat, serta perhitungan kekakuan (stiffness) dan indeks penetrasi (PI). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan nanosilika secara konsisten meningkatkan viskositas dan kekakuan bitumen. Pada kadar nanosilika 7%, nilai viskositas mencapai 672 cSt dan kekakuan melonjak signifikan hingga 25,76 MPa, yang memperkuat ketahanan aspal terhadap deformasi permanen (rutting). Analisis FTIR mengonfirmasi adanya interaksi kimiawi melalui munculnya gugus fungsi baru berupa Karbonil (C=O) dan Ester (C-O) dari CPO, serta penguatan intensitas Silika (Si-O-Si) yang memperkokoh struktur mikro bitumen. Dari aspek stabilitas termal, nilai Penetration Index (PI) meningkat dari -1,2016 menjadi -0,4016, menandakan aspal menjadi lebih stabil dan kurang sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem. Selain itu, seluruh variasi modifikasi menunjukkan nilai kelekatan 100%, yang membuktikan ketahanan sempurna terhadap pengelupasan akibat air (stripping resistance). Secara keseluruhan, integrasi limbah industri kelapa sawit ini terbukti efektif dalam menghasilkan aspal modifikasi yang lebih kuat, stabil, dan ramah lingkungan.