Abstrak


Analisis Sistem Pola Tanam Agroforestri dan Kontribusi terhadap Nilai Ekonomi Masyarakat di Lahan KHDTK Gunung Bromo


Oleh :
Rasendriya Hanindito Wicaksono - H1022072 - Fak. Pertanian

Masyarakat memiliki ketergantungan hidup pada hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu. Selain itu, mereka juga menanam tanaman pertanian/pangan di dalam kawasan hutan untuk memperoleh pendapatan yang cepat. Tanpa disadari, mereka justru merusak hutan dengan melakukan penebangan pohon secara liar guna memperluas lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan untuk mengelola lahan di kawasan hutan tanpa mengganggu ekosistem hutan, salah satunya adalah agroforestri. Kawasan hutan yang telah menerapkan agroforestri yaitu di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo. Di kawasan tersebut terdapat lahan garapan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, khususnya petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH). Beberapa penelitian yang berfokus pada agroforestri sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Akan tetapi, penelitian yang membahas sistem pola tanam berdasarkan dimensi ruang dan waktu, serta kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat sekitar masih terbatas. Oleh sebab itu, penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis sistem pola tanam agroforestri dan kontribusinya terhadap nilai ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian dilaksanakan di KHDTK Gunung Bromo mulai dari bulan November 2025 sampai Mei 2026. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu survei, penentuan sampel responden dan plot contoh menggunakan teknik purposive sampling, dan inventarisasi hutan. Metode analisis data yang digunakan, yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif mencakup perhitungan biaya total agroforestri, penerimaan total agroforestri, pendapatan dari agroforestri, pendapatan dari non-agroforestri, pendapatan total, dan kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani. Hasil menunjukkan bahwa pola tanam pagar (trees along border) dan acak (random mixture) lebih efektif dibandingkan dengan pola tanam baris (alternate rows). Agroforestri mampu berkontribusi terhadap pendapatan petani ketiga KTH, di antaranya KTH Bromo Lestari sebesar Rp9.845.800,00/orang/tahun (42%), diikuti KTH Putri Serang sebesar Rp16.104.431,25/orang/tahun (60%), dan KTH Wana Sewu sebesar Rp15.392.097,48/orang/tahun (65%). Pendapatan yang diperoleh dari sektor agroforestri lebih besar daripada pendapatan dari sektor non agroforestri. Penerapan agroforestri di KHDTK Gunung Bromo juga berpotensi mendukung SDGs 1 (no poverty), 2 (zero hunger), dan 15 (life on land).